BPS: TPK Hotel NTB Naik 40,60 Persen
Editor: Irvan Syafari
MATARAM — Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Februari 2018 mengalami peningkatan tercatat sebesar 40,60 persen, naik 2,69 poin dibandingkan keadaan bulan Januari 2018, dengan TPK sebesar 37,91 persen.
“Kenaikan TPK tersebut lebih besar kalau dibandingkan dengan TPK bulan Februari 2017. Pada bulan itu TPK justru mengalami penurunan sebesar – 1,10 poin, ” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Endang Tri Wahyuningsih di Mataram, Selasa (10/4/2018)
Berdasarkan kelas hotel bintang, TPK tertinggi dicapai oleh hotel bintang lima dan bintang empat yaitu sebesar 45,93 persen dan 45,34 persen, kemudian diikuti oleh hotel bintang tiga, bintang dua dan bintang satu. TPK terendah terjadi pada hotel bintang satu, dengan TPK hanya sebesar 29,21 persen.
Meski demikian, kata Endang dari sisi jumlah tamu yang menginap di hotel bintang justru mengalami penurunan sebesar 6,64 persen dari total jumlah tamu yang menginap, tercatat sebesar 63.447 orang yang terdiri dari tamu dalam negeri 74,44 persen dan tamu luar negeri 25,56 persen.
“Walaupun secara total tamu menginap di hotel bintang turun, namun tamu asing yang menginap di hotel bintang pada Februari 2018 mengalami kenaikan sebanyak 580 orang. Sebaliknya tamu dalam negeri yang menginap di hotel bintang menurun sebanyak 5.092 orang,” jelas Endang.
Dikatakan, hotel bintang 4 merupakan pilihan sebagian besar tamu asing yang menginap, sedangkan tamu dalam negeri sebagian besar memilih menginap di hotel bintang 3 dan 4.
Lebih lanjut ia menambahkan, sementara rata-rata lama menginap (RLM) tamu pada Februari 2018 di hotel berbintang sebesar 2,11 hari. RLM paling lama dicapai oleh hotel bintang 5 yaitu mencapai 2,57 hari dan terendah pada hotel bintang 1 yaitu hanya 1,73 hari, mengalami penurunan sebesar 0,21 hari dibandingkan dengan RLM bulan Februari 2017 sebesar 1,86 hari.
Dinas Pariwisata NTB Gelar Event
Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata NTB, Mohammad Faozal menargetkan tingkat kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara pada 2018 mencapai 4 juta kunjungan.
Untuk mencapai target tersebut, selain melalui promosi, sejumlah event berskala nasional dan internasional akan digelar di NTB, antara lain lomba lari marathon Lombok yang telah berlangsung, lomba lari Rinjani 100, festival Tambora menyapa dunia dan sejumlah event lain.
“Pembukaan rute penerbangan baru lokal maupun antara negara tahun 2018 juga menjadi salah satu strategi meningkatkan kunjungan wisatawan,” terang Faozal.