Bawa Bekal dari Rumah, Ajarkan Siswa tak Jajan Sembarangan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – TK PGRI Pasuruan dan SDN 1 Pasuruan, menganjurkan seluruh siswanya membawa bekal makanan setiap hari, guna menjamin asupan gizi dan mencegah perilaku jajan sembarangan.

Kepala TK PGRI Pasuruan, Rumsih, mengatakan, bekerja sama dengan paguyuban orang tua wali murid, setiap hari anak dianjurkan membawa makanan dari rumah. Selain menu untuk makan siang, bekal makanan ringan juga dianjurkan dibawa para siswa.

Topan Haryono, Kepala Sekolah SDN 1 Pasuruan, Penengahan, Lamsel [Foto: Henk Widi]
Menurutnya, membawa bekal makanan dari rumah menjadi satu kebiasaan positif. Sebab, bagi orang tua bisa mengawasi asupan gizi bagi anaknya pada masa pertumbuhan. Bekal yang dibawa siswa akan dimakan bersama-sama pada saat jam istirahat. Kegiatan membawa bekal yang bersifat anjuran tersebut dijadwalkan wajib setiap hari Sabtu.

“Pada hari Senin hingga Jumat, kami memang anjurkan pada orang tua wali murid untuk membawakan bekal, namun setiap hari Sabtu sesuai jadwal siswa wajib membawa bekal,” terang Rumsih, Kamis (12/4/2018).

Peringatan Hari Bekal Nasional yang diperingati setiap tanggal 12 April juga sudah diedarkan kepada para wali murid dari sebanyak 22 siswa di TK PGRI Pasuruan. Melalui paguyuban wali murid, Rumsih menganjurkan membawakan bekal dari rumah lengkap dengan air minum.

Menu yang dibawa oleh siswa di antaranya nasi, lauk, sayur dan air putih. Sebagian orang tua bahkan mengantarkan bekal bagi siswa menjelang jam istirahat.

Selain makanan, beberapa menu yang dianjurkan dibawakan kepada siswa juga bisa berupa buah-buahan. Selain bekal yang dibawa oleh orang tua, sesuai jadwal pada pekan keempat setiap bulan, pihak TK secara khusus menyiapkan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau, kue tradisional dan tambahan minuman susu. Pemberian makanan tambahan selain bekal yang dibawa dari rumah, juga kerap diberikan oleh UPT Puskesmas rawat inap Penengahan.

“Sebagai bagian promosi kesehatan, puskesmas kerap memberi sosialisasi kepada orang tua, agar bisa membuat makanan bervariasi bagi anak,” terang Rumsih.

Salah satu hasil sosialisasi kepada paguyuban orang tua wali murid, kata Rumsih muncul dalam kreasi bekal yang dibawa. Sejumlah orang tua yang sudah mendapatkan pelatihan bahkan membawakan bekal berupa nasi, lauk yang dicetak dengan karakter kartun kesukaan anak.

Menu buah yang menyehatkan dibuat menjadi jus buah, agar bisa diminum sebagai asupan gizi bagi pertumbuhan anak.

Kegiatan membawa bekal, selain meminimalisir siswa jajan sembarangan juga mempererat kebersamaan. Pada akhir pekan sebagian orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah juga bisa menyuapi anaknya yang masih kelas A dengan usia sekitar 4 hingga 5 tahun. Sementara pada kelas B yang berusia 5 hingga 6 tahun sebagian besar sudah diajarkan untuk makan secara mandiri.

Selain siswa TK PGRI Pasuruan, kegiatan positif membawa bekal juga dilakukan oleh siswa SDN 1 Pasuruan.

Topan Haryono, kepala sekolah SDN 1 Pasuruan, menyebut setiap guru kelas sudah menganjurkan siswa membawa bekal dari rumah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan asupan makanan sehat yang dibawakan oleh para orang tua. Selain itu membawa bekal dari rumah menjadi bentuk penghematan dengan mengurangi uang jajan.

“Saat siswa sudah dibawakan bekal dari rumah dianjurkan untuk meminimalisir jajan di sekolah, sehingga uangnya bisa ditabung,” terang Topan Haryono.

Kegiatan membawa bekal bagi siswa, katanya, juga kerap dianjurkan saat jam pelajaran olahraga. Meski sudah sarapan di rumah, seusai kegiatan olahraga kebutuhan energi lebih banyak.

“Membawa bekal berupa makanan dan minuman menjadi solusi untuk mengembalikan energi setelah berolahraga”, katanya.

Ines, salah satu siswa kelas V menyebut setiap hari membawa bekal dengan wadah khusus. Bekal berupa nasi dan lauk sekaligus air minum kerap dimakan saat jam istirahat.

Pada saat makan pada jam istirahat, ia tak jarang berbagi lauk dengan teman lain yang juga membawa bekal berbeda. Selain nasi dan lauk, bekal berupa kue serta buah juga dibawakan oleh orang tua pada hari-hari tertentu.

Lihat juga...