Alur Pelayaran Teluk Balikpapan Kembali Dibuka
BALIKPAPAN – Setelah sempat ditutup selama dua hari pada Minggu dan Senin (1-2/4/ 2018), alur pelayaran di Teluk Balikpapan kembali dibuka pada Selasa (3/4/2018). Alur pelayaran di Teluk Balikpapan ditutup menyusul terjadinya tumpahan minyak pada Sabtu (31/3/2018) dinihari.
Bencana tumpahnya minyak tersebut berlanjut dengan peristiwa kebakaran minyak tumpah itu di tengah laut. Selain menewaskan lima orang, satu buah kapal juga turut terbakar walau hanya sebagian. Kapal kargo MV Ever Judger 2 berbendera Panama terbakar bagian buritannya saat sedang lego jangkar di perairan Teluk Balikpapan pada kejadian antara pukul 10.30-11.30 itu.
“Penutupan alur untuk keamanan dan keselamatan, jangan sampai ada kapal yang terbakar lagi,” jelas Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang, Sanggam, Selasa (3/4/2018).
Menurut Sanggam, alur pelayaran di Teluk Balikpapan sudah bisa dibuka lagi karena sebagian besar tumpahan minyak sudah bisa dilokalisasi dan dibersihkan. Pada Selasa pagi telah dipasang oil boom di sejumlah tumpukan atau sebaran minyak. Oil boom adalah alat untuk melokalisasi minyak di perairan. “Pada tumpahan minyak, yaitu di sekelilingnya dipasang alat ini agar tidak menyebar lebih jauh lagi, dan kemudian disedot, dipompa ke kapal,” jelasnya.
Minyak yang diambil dari laut akan diolah sebagai limbah beracun dan berbahaya (B3) secara khusus agar kemudian bisa dibuang dengan aman. Pada minyak yang lebih tipis di air disemprot dengan cairan dispersan agar bisa larut dan menjadi tidak berbahaya. “Satu oil boom bisa sepanjang 300 meter. Diperlukan 2 kapal pandu (tugboat) untuk menarik dan membawanya melingkari minyak,” tambahnya.
Sejumlah perusahaan seperti Pertamina, Chevron, Wilmar dan perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di Teluk menyumbangkan oil boom. “Kita masih perlu sejumlah kapal lagi untuk menariknya,” tandasnya.
Pembersihan minyak di laut akan diteruskan hingga empat hari ke depan atau sampai Sabtu (7/4/2018. Setelah itu akan dilakukan evaluasi lagi untuk melakukan tindakan yang diperlukan berikutnya. (Ant)