Titisan Setan, Kebohongan Membawa Petaka

Editor: Satmoko

Salah satu adegan film Titisan Setan (Foto Istimewa/Dok PH Intercept Filmcraft)

JAKARTA – Jika ada orang yang mengatakan bahwa cinta itu buta memang ada benarnya. Karena cinta, seseorang akan melakukan apa saja, bahkan meski harus berbohong pada orang tua.

Padahal belum tentu orang yang kita sayangi sama sayangnya pada kita. Justru banyak orang yang sayang pada kita biasanya ada maunya. Hal itu tentu harus diwaspadai karena kalau tidak waspada alias lengah akan berakibat sangat fatal. Demikian yang mengemuka dari film horor ‘Titisan Setan’.

Kisahnya tentang Melissa (Wendy Wilson) yang terpaksa berbohong kepada neneknya (Muthia Datau) supaya bisa pergi bersama kekasihnya Bara (Baim Wong) untuk menghabiskan akhir pekan yang romantis dengan menyewa sebuah villa.

Tampaknya Melissa dibutakan oleh cinta. Ia memang cinta pada Bara, sosok yang dianggapnya ideal. Ganteng, punya banyak uang dan pintar bergaul. Siapa pun pasti kepincut sosok Bara, begitu juga Melissa yang membayangkan begitu romantis hanya berduaan bersama sang kekasih.

Bara semakin mesra dengan Melissa. Hal itu yang membuatnya semakin senang, tapi kesenangannnya itu tampak aneh dan misterius sekali. Seperti ada yang disembunyikan.

Gerak-gerik Bara sebenarnya sangat mencurigakan, tapi Melissa tak mencium gelagat kekasihnya yang begitu penuh tanda tanya. Melissa memang tidak mengetahui jika Bara berniat jahat dengan memasang CCTV di seluruh sudut ruangan villa untuk merekam semua kegiatan romantis mereka.

Waktu demi waktu terasa bergulir sangat cepat. Hal itu dirasakan Bara yang begitu resah dan penuh kegelisahan. Niat Bara hampir berjalan mulus, sampai muncul kejadian aneh yang dialami Melissa di villa sewaan tersebut, dan membuatnya menjadi ketakutan.

Melissa takut tapi ia menjadi berani karena selalu berada di samping Bara, kekasihnya, yang selalu menguatkan hatinya. Bara yang memang tipe orang yang berpikir logis tentu tidak percaya dengan kejadian mistis yang diceritakan Melissa.

Bara semakin tegang dan semakin hati-hati melancarkan niat jahat agar tidak sampai ketahuan Melissa. Sedangkan Melissa mulai mengalami sebuah mimpi aneh, dan merasakan berbagai kejadian yang tidak bisa dijelaskan secara logika.

Ketakutan dan mimpi Melissa mulai terasa nyata saat tangan-tangan mengerikan mulai menyeret tubuhnya. Melissa berusaha menjelaskan pada Bara, tetapi dia tidak terlalu mempercayai. Bara menganggap semua itu halusinasi Melissa.

Sebaliknya, Bara terus mencoba menenangkan Melissa agar niat buruknya berjalan lancar sesuai rencana. Namun, kembali niat buruk Bara untuk merekam video percintaan mereka terganggu oleh kedatangan sahabat Melissa, yaitu Gaby (Faizah Aliyah) yang membawa pacarnya, Angga (Saykoji) untuk menginap di villa.

Kedatangan Gaby dan Angga membuat Bara menjadi semakin tegang dan lebih hati-hati. Berbagai cara dilakukan Bara agar keduanya segera enyah pergi dari viilla. Bara mengaku lapar sehingga kemudian Melissa membuatkan spageti.

Tapi begitu spagetinya ditinggal pergi langsung disantap Gaby dan Angga. Hal itu tentu dijadikan Bara untuk menyudutkan Gaby dan Angga. Maka, Melissa marah, tapi Bara bersandiwara untuk membiarkan keduanya makan dan kemudian bisa dijadikan alasan kalau ia bisa mengusir mereka berdua secepatnya pergi dari villa.

Kekuatan mistis yang dirasakan oleh Melissa tadi kembali muncul. Berbagai kejadian yang tidak bisa dijelaskan secara logika meneror Melissa dan teman-temannya. Mengetahui banyaknya teror di dalam villa tersebut, membuat Gabby dan Angga pun mencoba pergi meninggalkan villa dengan penuh rasa ketakutan. Melihat Gabby dan Angga begitu ketakutan, Bara tentu saja senang, yang artinya ia akan bisa lebih leluasa bersama Melissa.

Sayangnya, kekuatan jahat tersebut tidak mau melepaskan siapa pun yang telah membuatnya marah. Keadaan semakin tegang dan mencekam karena satu persatu orang teman Melissa, termasuk Bara, menjadi sasaran kemarahan makhluk penunggu di villa itu.

Bagaimana nasib Melissa, Bara, Angga, Gaby? Akankah mereka semua bisa selamat?

Film ini begitu menegangkan dan mencekam dari awal hingga akhir. Sutradara Agusti Tanjung cukup mampu menjaga ketegangan, bahkan penonton tampak semakin lama semakin dibuat penasaran. Hadirnya lagu Jawa ‘Lelo-Lelo Ledung’ yang sebenarnya senandung ibu untuk meninabobokan, menidurkan anak, melenakan penonton untuk semakin dibawa ke afmosfir ketegangan yang tiada akhir.

Misaini Indra, penulis skenario film ini, cukup jeli menghadirkan lagu Jawa ‘Lelo-Lelo Ledung’ yang memang diniatkan untuk semakin memperkuat cerita film ini. Ia juga mencoba untuk mengecoh penonton untuk semakin membuat tegang dan penasaran.

Wendy Wilson cukup baik aktingnya. Ia termasuk sebagai artis pendatang baru yang cukup diperhitungkan. Sedangkan, Baim Wong, yang memang sudah sangat berpengalaman dalam dunia seni peran, tampak berusaha keras menjadi sosok ideal seorang Bara. Ia bisa dibilang cukup berhasil. Chemistry keduanya terjalin dengan baik.

Begitu juga, Faizah Aliyah, yang sama-sama seperti Wedy, yaitu termasuk sebagai artis pendatang baru. Faizah tampak mencoba tampil sebaik mungkin. Meski porsi mainnya sedikit, tapi ia mampu mencuri perhatian penonton. Adapun, Saykoji, semakin menunjukkan sebagai pemain pendukung yang bisa diperhitungkan. Ia tahu betul kapasitasnya dan juga mencoba tampil sebaik mungkin.

Menonton film ini, meski bergenre horor, tapi kalau kita mau jeli ada pesan moral yang kental di dalamnya. Tentang kebohongan Melissa pada nenek yang membuatnya petaka. Bahwasanya kita memang tidak semestinya berbohong pada orang tua yang tentu akan berakibat buruk. Film ini juga mengingatkan kita untuk selalu eling dan waspada.

Lihat juga...