Sumbar Pasok Beras untuk Kebutuhan Batam

Ilustrasi. Beras-Foto: Dokumentasi CDN.

PADANG — Kerja sama bidang pangan antara Sumatera Barat dan Batam, Kepulauan Riau untuk tahap awal difokuskan pada komoditas beras, kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar Heri Nofiardi.

“Data 2017, produksi padi Sumbar mencapai 2,7 juta ton sementara kebutuhan beras di Sumbar hanya 628 ribu ton. Kelebihan produksi ini yang kita masukkan dalam kerangka kerja sama untuk memasok kebutuhan di Batam,” kata dia di Padang, Kamis (8/3).

Ia mengatakan hal itu terkait tindak lanjut kerja sama bidang pangan dan pariwisata antara Sumbar dan Provinsi Kepulauan Riau sesuai nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada November 2017.

Selain surplus, komoditas beras Sumbar juga telah disertifikasi oleh dinas terkait hingga standarnya jelas dan tidak akan merugikan kedua belah pihak.

Meskipun telah menetapkan komoditas untuk kerja sama, kerangka pasti kerja sama itu masih harus dibicarakan lebih lanjut, terutama terkait dengan pelaksanaan serta harga yang disepakati.

Penunjukan pihak pelaksana sebagai hal yang penting karena kerja sama tersebut akan bersifat bisnis, sedangkan pemerintah tidak boleh melakukan itu.

Hal yang paling besar adalah memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PT Grafika Jaya Sumbar.

Prosesnya, katanya, beras petani dikumpulkan oleh gabungan kelompok tani (gapoktan) kemudian disertifikasi oleh Dinas Pangan Sumbar, dan lalu dikelola oleh PT Grafika untuk dipasok ke Batam.

Di Batam juga akan disiapkan pihak ketiga sebagai pengelola komoditas beras Sumbar.

“Kerangka yang kita pikirkan kira-kira seperti itu. Nanti kita akan bicarakan ini lebih lanjut. Minggu depan kami ke Batam untuk hal itu,” kata Heri.

Ia berharap, kerja sama itu segera terwujud untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Sumbar.

Jika berhasil, katanya, kerja sama itu akan diteruskan dengan komoditas pangan lainnya Sumbar memiliki cukup banyak varietas padi untuk diolah menjadi beras. Salah satu yang sudah banyak dikenal adalah beras Solok, namun harganya cukup tinggi (Ant).

Lihat juga...