Petani Badui Senang Tanaman Padi Huma Berbuah
LEBAK – Sejumlah petani masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyatakan bahwa mereka merasa senang setelah tanaman padi huma berbuah tanpa serangan hama.
“Kami baru kali ini tanaman padi huma cukup bagus dan subur tanpa serangan hama sehingga bisa menghasilkan panen,” kata Ayah Pulung (65) seorang petani Badui di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Minggu.
Tanaman padi huma seluas dua hektare di kawasan hak tanah ulayat Badui dipastikan bulan April 2018 bisa dipanen dan memenuhi ketahanan pangan di daerah itu.
Selama ini, tanaman padi huma tanpa serangan hama, karena sudah tujuh tahun gagal panen akibat serangan hama.
Panen padi huma itu tentu bisa mencukupi kebutuhan pangan keluarga.
Para petani Badui kini menggelar selamatan atas tanaman padi tumbuh dan subur hingga bisa dipanen.
“Kami berharap panen padi huma itu dipastikan dua tahun ke depan tidak membeli beras di pasar,” katanya.
Santa (45) seorang petani Badui mengatakan, dirinya cukup senang melihat tanaman padi huma tumbuh subur tanpa serangan hama dibandingkan tahun lalu gagal panen.
Diperkirakan tanaman padi huma bisa dipanen April mendatang karena sudah berlangsung enam bulan setelah tanam.
Panen padi huma seluas 2,5 hektare yang ditanam di areal Perum Perhutani Kecamatan Gunung Kencana.
Pihaknya kini menggelar selamatan atas tanaman padi huma tumbuh subur dan bisa dipanen.
Panen padi huma itu tidak dijual, melainkan disimpan di lumbung pangan atau rumah leuit.
“Kami berharap panen padi huma bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” katanya.
Begitu juga Panja (50) seorang petani Baduy warga Kadu Ketug Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak mengaku panen padi huma tahun ini cukup bagus karena didukung curah hujan.
Kemungkinan panen padi huma bisa mencapai 50 karung dan bisa memenuhi kebutuhan pangan selama setahun.
“Kami selain menanam padi huma juga menanam budi daya umbi-umbian, pisang dan jagung,” katanya.
Kepala adat yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Saija mengatakan, saat ini masyarakat Badui belum pernah mengalami kerawanan pangan karena setiap panen padi huma disimpan di lumbung-lumbung pangan atau leuit.
Saat ini, jumlah lumbung pangan tercatat 405 lumbung dan setiap lumbung dapat menampung gabah antara empat sampai lima ton.
Disamping itu juga masyarakat Badui menerima program beras untuk masyarakat sejahtera atau rastra.
Karena itu, masyarakat Badui yang berpenduduk 11.620 jiwa dan terdiri dari laki-laki 5.870 jiwa dan perempuan 5.570 jiwa terpenuhi ketersedian pangan.
“Kami terus mengembangkan bercocok tanam padi huma untuk mempertahankan kemandirian pangan. Penanaman padi huma itu dilakukan setiap setahun sekali dengan masa panen selama enam bulan,” katanya. (Ant)