Perluasan Lahan Pertanian Organik Terkendala Pupuk
Editor: Koko Triarko
BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut menyukseskan panen raya padi organik di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (8/3/2018).
Anggota BAZNAS, Emmy Hamidiyah, yang menghadiri acara tersebut mengatakan, program ini merupakan hasil kerja sama BAZNAS Kabupaten Berau dengan Bank Indonesia (BI) Kanwil Kalimantan Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Berau.
Tanam perdana padi organik telah dimulai sejak November 2017 di atas sawah seluas 5 hektare di Desa Labanan, Kecamatan Telukbayur, Kabupaten Berau.
“Ini program pemberdayaan petani yang sudah dilakukan BAZNAS Kabupaten Berau sejak 2008, melibatkan puluhan petani dengan luas sawah 60 hektare,” kata Emmy, dalam keterangan resminya yang diterima Cendana News, Kamis (8/3/2018) malam.
Menurutnya, pertanian padi organik merupakan gagasan BAZNAS Berau untuk meningkatkan pendapatan mustahik dari kalangan petani.
Ada pun keunggulan padi organik dibandingkan dengan pertanian biasa, kata Emmy, di antaranya biaya operasional yang lebih rendah, hasil produksi padi lebih tinggi. “Yakni, dari 4-5 ton per hekatre menjadi 7-8 ton. Harga jual beras organik juga lebih tinggi, yaitu Rp 15 ribu per kilogram,” paparnya.
Gagasan ini didukung BI Provinsi Kaltim dengan memberikan dana pelatihan untuk 100 orang petani. Dinas Pertanian Kabupaten Berau mendukung dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan.
Emmy menambahkan, panen raya padi organik tahap pertama ini baru 5 hektare, yang akan diperluas menjadi 10-20 hektare lahan. Kendala perluasan program ini adalah keterbatasan sumber pupuk organik, yaitu kotoran sapi.
Ke depan, BAZNAS Berau akan memberikan sapi kepada petani yang kandangnya disediakan oleh BI Provinsi Kalimantan Timur. “Dengan pengembangan program ini, penghasilan petani diharapkan akan meningkat, selain dari hasil usaha padi juga dari hasil ternak sapi,” pungkasnya.