Ombak Tenang, Luangkan Liburan di Pantai Onaria
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Berada di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan yang menghadap Laut Jawa dan Selat Sunda, wisata bahari banyak terdapat di wilayah tersebut.
Pantai Onaria salah satunya, merupakan salah satu pantai yang berada di Desa Tridarmayoga dengan suasana ombak yang tenang menjadi pilihan berlibur. Herman (50) salah satu warga di wilayah tersebut mengaku, lokasi yang berjarak 20 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni dengan mudah dicapai dalam waktu 30 menit.
Lokasi objek wisata mudah dicapai dengan moda transportasi kendaraan roda dua, roda empat hingga bibir pantai.
Menurut Herman, kawasan tersebut awalnya merupakan kawasan yang digunakan untuk dermaga tambat pengiriman pasir melalui laut. Semenjak berhenti beroperasi, lokasi mulai dimanfaatkan sebagai tempat tambat perahu tradisional, sebagian menjadi objek wisata. Sisa kejayaan perusahaan pasir masih terlihat dengan sebuah kapal tongkang yang masih tertambat di salah satu sudut pantai.
“Lokasi ini memang sempat digunakan oleh perusahaan tambang pasir dan sudah berhenti operasi. Tak jauh dari lokasi ini menjadi lokasi bumi perkemahan pramuka dan sebagian menjadi lokasi upacara ritual Melasti umat Hindu, sudah disediakan lokasi khusus,” terang Herman, salah satu warga Desa Tridarmayoga saat ditemui Cendana News tengah mengunjungi Pantai Onaria bersama dua cucunya, Minggu (11/3/2018).

Lokasi pantai dekat perlintasan kapal-kapal antarnegara berupa kapal kargo, tanker dan kapal penyeberangan Bakauheni ke Merak serta sebaliknya. Keberadaan kapal-kapal tersebut diakuinya bisa menjadi sajian menarik bagi anak-anak yang diajak oleh orang tuanya.
Keberadaan lokasi wisata dengan tempat pendaratan ikan di dermaga Ketapang membuat penyuka ikan bakar bisa membeli dan dibakar di Pantai Onaria.
“Saat berada di tepi pantai anak-anak bisa didampingi bermain pasir dan air laut tanpa khawatir ombak yang besar,” beber Herman.
Jelang perayaan Nyepi bagi umat Hindu, lokasi pantai wisata Onaria sekaligus bisa menjadi objek wisata budaya dan religi. Prosesi Melasti yang diselenggarakan di pantai tersebut bahkan bisa menjadi tontonan menarik dengan sajian tarian dan berbagai gunungan yang diletakkan di pantai untuk dilarung.
Kegiatan nelayan tradisional di dermaga tambat sekaligus melihat nelayan memancing ikan juga menjadi aktivitas menarik di pantai tersebut.
Pantai yang masih cukup alami dan belum dikelola disebut Herman membuat pengunjung harus membawa bekal makanan dan minuman sendiri dari rumah.
Bekal makanan dan minuman bisa dinikmati di bawah rindangnya pohon cemara laut sebagai benteng alami pantai sekaligus peneduh pengunjung yang berwisata. Kehadiran pedagang warga lokal kerap ada saat libur panjang hari besar keagamaan dan tahun baru.
“Kita harus siap bekal dari rumah karena kunjungan di sini tidak seramai di pantai lain sekaligus ada pedagang, tapi justru suasananya tenang,” beber Herman.
Heri (36) salah satu warga setempat mengaku, Pantai Onaria menjadi pilihan untuk wisata keluarga yang nyaman dengan kondisi pantai yang landai. Bagi orang tua yang mengajak putra-putrinya ia merekomendasikan untuk berkunjung ke pantai tersebut. Jajaran pohon cemara sebagai peneduh bisa digunakan untuk berteduh memandang Laut Jawa dan Pulau Jawa yang terlihat begitu dekat.
Selain cocok dikunjungi untuk berwisata sekedar melepas penat setelah sepekan beraktivitas, Heri juga menyebut lokasi tersebut kerap menjadi lokasi favorit memancing.
Pada musim ikan sembilang sejumlah pemancing mempergunakan bekas dermaga tambat kapal tongkang untuk lokasi memancing. Tanpa harus menggunakan perahu pemancing bahkan bisa mencari ikan dari tepi pantai berbatu yang disusun sekaligus sebagai pemecah gelombang.
“Ada dua tempat susunan batuan yang menjorok ke laut ratusan meter jauhnya kerap dipakai sebagai lokasi refreshing pehobi memancing,” beber Heri.
Kawasan yang berada di dekat bumi perkemahan Pramuka tersebut diakui Heri pernah menjadi tempat konservasi pohon cemara laut dan kelapa puan. Karena pengelolaan yang tidak maksimal sebagian pohon mati dan tersisa sebagian.
Lokasi pantai yang terbuka untuk umum membuat pengunjung tak perlu merogoh kocek untuk berlibur di pantai tersebut. Hanya saat hari libur panjang, pergantian tahun pengunjung dikenakan biaya parkir Rp5.000 yang dikelola oleh pemuda desa setempat.

Selain rekreasi dan menghilangkan kepenatan, dirinya kerap mengajak istri dan anaknya untuk berkunjung ke pantai tersebut.
Sembari memancing ia mengaku bisa mengajak istri dan anaknya berwisata di pantai yang landai tersebut. Keberadaan perahu tradisional yang ada di dermaga tambat sekaligus menjadi hal menarik bagi anaknya saat berlibur. Selain itu dengan perolehan ikan saat memancing bisa langsung dibakar sembari menikmati suasana Pantai Onaria.