Kenangan Tercecer dari Kunjungan Jamrud di Kota Musik
AMBON – Grup band kawakan Indonesia, Jamrud, telah sukses menyapa penggemarnya di kota musik Ambon dalam konser bertajuk “Soundsation 100 Kota 1 Bahasa” yang digelar di Lapangan Merdeka, Sabtu (24/3) malam.
Lebih dari 20 tahun berkarya di industri musik tanah air, ini adalah kali pertama kelompok musik beraliran “hard rock” itu menyapa para penggemarnya yang akrab disapa dengan Jammers di Kota Ambon.
Tak kurang dari 18 tembang dari album Jamrud yang rilis antara tahun 1995 hingga 2004 dibawakan oleh Krisyanto dan kawan-kawan, di antaranya Setan Manisku, Naksir Abis, Cinta Adalah, Kabari Aku, Surti Tejo, Putri, Dokter Suster dan lainnya untuk menghibur penggemarnya.
Mengawali penampilan, Jamrud memainkan Berakit-Rakit, lagu dari album ketiga, Terima Kasih yang rilis pada 1998, lalu dilanjutkan dengan Ayam yang merupakan hits dari album pertama mereka, Nekad.
Sepanjang karirnya, Jamrud tercatat pernah menerbitkan sedikitnya 11 album studio dan empat album kompilasi.
Dari sekian lagu yang ditembangkan pada konser mereka di Ambon, terbanyak diambil dari album Ningrat yang sukses mencatat sejarah sebagai salah satu album rock terlaris dalam sejarah musik rock Indonesia.
Tak hanya menghibur, selama konser berlangsung, Krisyanto, sang vokalis juga acap kali berinteraksi dengan para Jammers dengan menggunakan dialek Melayu Ambon, meski terdengar agak “patah-patah”.
“Kami sudah ada sejak tahun 1990, mungkin saat itu ale (kamu) semua masih belum lahir atau mungkin masih kecil. Saat itu beta (saya) dan kawan-kawan masih seumuran ale-ale di sini,” katanya yang disambut riuh para Jammers.
Menutup penampilannya, band yang diawaki oleh Krisyanto, Aziz Mangasi Siagian, Ricky Teddy, Danny Rachman dan Mochamad Irwan itu menyanyikan lagu Terima Kasih, hits dari album dengan judul sama yang terbit pada 1998. (Ant)