Jamaah Umrah Diingatkan Agar Tidak Nyanyi Saat Sa’i

Ilustrasi - dok CDN

TANJUNG SELOR — Jamaah umrah asal Kalimantan Utara diingatkan agar menjaga nama baik Bangsa Indonesia.

“Caranya, laksanakan ibadah umrah sesuai manasik atau tata caranya, bukan nyanyi-nyanyi atau sambil teriak saat sa’i,” kata uztad Muhammad Bilfaqih di Tanjung Selor, Senin.

Ia mengingatkan jamaah agar selama di Tanah Suci Mekah jangan keluar dari manasik karena bukan saja bisa membatalkan ibadah, namun juga merusak syiar Islam.

Hal itu disampaikan dalam manasik umrah perdana 2018 bagi 80 orang yang berangkat via PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) pada 21 Maret tahun ini.

“Firman Allah bahwa ‘Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati (QS al Hajj: 32),” katanya.

Dengan demikian, tidak dibenarkan dalam ibadah haji atau umrah untuk melakukan hal-hal di luar rukun atau sunahnya.

“Sebenarnya, ibadah bapak-bapak dan ibu-ibu, sudah tercatat juga saat manasik ini,” katanya.

“Mengapa? Karena kita sudah belajar tentang tata cara ibadah umrah. Jadi dari Tanah Air sebenarkan kita diingat hal rukun dan sunah,” ujar dia.

Muhammad Bilfaqih mengingatkan bahwa ada nilai sya’a-irullah (syiar-syiar Allah) dalam haji atau umrah, yakni lambang-lambang agama yang tampak jelas, di antaranya, pada manasik.

Pada 21 Maret 2018 ATM memberangkatkan sekitar 60 jamaah. Mereka brangkat dari Bandara Tanjung Harapan Bulungan Kaltara ke Balikpapan, kemudian ke Madinah.

Sedangkan 20-an orang lainnya lewat Bandara Internasional Juata Tarakan pada tanggal yang sama.

Pemberangkatan umrah via Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Bulungan, juga merupakan berkah dari diperpanjangan landasan pacu sehingga ATR 74 sudah bisa mendarat dan tinggal landas.[ant]

Lihat juga...