ITC Sebut Perang Dagang Merugikan Semua Pihak
JENEWA – Pusat Perdagangan Internasional (ITC) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengungkapkan kekhawatirannya tentang potensi praktik perang dagang. Kekhawatiran tersebut muncul pasca keluarnya kebijakan Presiden AS Donald Trump mengenai penerapan tarif baja dan aluminium.
Dalam kebijakan yang dikeluarkan pada Kamis (1/3/2018) lalu, Trump mengatakan bahwa Dia akan mengenakan tarif 25 persen untuk produk impor baja dan 10 persen untuk aluminium guna melindungi industri AS.
Direktur Eksekutif ITC Arancha Gonzalez mengatakan, perang dagang akan merugikan semua pihak. “Khawatir dengan apa yang terjadi dalam perdagangan internasional sekarang. Saya tidak berpikir bahwa perang dagang bisa dimenangkan oleh siapa saja. Perang dagang adalah lose-lose game (merugikan semua pihak) karena alasan sederhana jika Anda melakukannya untuk saya, saya akan melakukannya untuk Anda,” tandasnya.
Sebelum bergabung dengan ITC, Gonzalez menjabat sebagai Kepala Staf di WTO selama delapan tahun. Kebijakan pengamanan baja oleh Amerika Serikat pernah dilakukan di bawah Presiden George W.Bush. Dan saat itu Gonzales melihat dampak yang dialami Amerika Serikat antara tahun 2002 dan 2004.
“Ada kerugian bersih 200.000 lapangan kerja di AS karena tindakan tersebut, kebanyakan adalah pekerjaan di industri pengguna. Kami memiliki preseden dan kami telah melihat konsekuensi yang mengerikan.”
Berdasarkan data Departemen Perdagangan Amerika Serikat, Kanada adalah eksportir baja terbesar di pasar AS. Impor baja dari Kanada menyumbang 16,1 persen dari total impor baja AS pada 2017. Tapi Gonzalez mencatat bahwa Kanada memiliki defisit perdagangan 2,0 miliar dolar AS dengan Amerika Serikat pada baja.
Dia mengatakan bahwa eksportir baja teratas ke Amerika Serikat adalah Kanada, Brazil, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Jepang, Turki dan Jerman. “Itu berarti lebih banyak ekspor AS Kanada daripada ekspor Kanada ke AS,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo mengatakan, WTO cukup prihatin dengan pengumuman rencana AS untuk mengenakan tarif baja dan aluminium. “Potensi eskalasi itu telah menjadi nyata, seperti yang telah kita lihat dari tanggapan-tanggapan awal lainnya. Perang dagang pada praktiknya tidak ada kepentingan seseorang,” tandasnya. (Ant)