BMKG: Enam Titik Panas Terpantau di Aceh

Ilustrasi

BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, enam titik panas terpantau satelit berada di wilayah Aceh.

“Sore tadi, enam titik panas di Aceh. Setelah pagi harinya dinyatakan nihil,” ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria di Aceh Besar, Rabu.

Keenam titik panas tersebut, lanjutnya, terkonsentrasi di dua kabupaten yang berada di lintas Timur, yakni Aceh Timur sebanyak lima titik dan satu titik di Aceh Tamiang.

Titik panas di Aceh Timur menyebar di tiap kecamatan masing-masing satu titik, seperti Banda Alam, Birem Bayeun, Indra Makmur, Pante Beudari, dan Simpang Jernih.

Satu titik panas di Aceh Tamiang terpantau satelit di Kecamatan Manyak Payet dengan tingkat kepercayaan atas kebakaran hutan dan lahan 74 persen.

“Tapi lima titik panas di Aceh Timur, memiliki tingkat kepercayaan terendah cuma 46 persen. Sedangkan tertinggi 69 sampai 74 persen,” jelasnya.

Pihaknya meminta kepada 23 kabupaten/kota di Aceh, agar meningkatkan kewaspadaan terkait kebakaran terutama di lahan gambut menyusul masuknya musim kemarau.

“Bisa dibilang enam titik panas itu, melonjak dari hanya satu titik. Ini kan, musim kemarau di Aceh telah masuk. Kita minta supaya daerah tingkatkan kewaspadaan,” tegas Zakaria.

Pemerintah Aceh tahun lalu berencana membentuk tim brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran terutama di lahan bergambut.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan pemerintah akan menetapkan formulasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan sebagaimana yang diarahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Jadi yang penting sekali adalah pencegahan. Sulit sekali dipadamkan kalau api itu besar, dan aspek pencegahan lebih efektif,” ujar Nova.[ant]

Lihat juga...