Bentrok di Pesta Keagamaan, Tiga Warga India Tewas

Ilustrasi Peta India - Foto: Dokumentasi CDN

KOLKATA – Bentrokan antara pendukung partai Perdana Menteri India Narendra Modi dengan partai oposisi berubah menjadi kerusuhan keagamaan antara Hindu dan Muslim. Kepolisian setempat melaporkan, tiga orang tewas dan puluhan lagi terluka dalam aksi kekerasan yang berlangsung selama dua hari kekerasan.

Masalah di negara bagian timur, Bengal Barat, dimulai pada Minggu (25/3/2018) saat digelarnya upacara bersaingan oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Modi dan Kongres Trinamool, yang berkuasa di negara bagian tersebut. Upaca yang digelar adalah ritual menandai kelahiran dewa Hindu, Rama.

Kekerasan pecah pada Minggu tersebut dan meluas hingga Senin (26/3/2018), saat bentrok antar pendukung partai berubah menjadi bentrokan umat Hindu dengan Muslim.

Pejabat polisi tertinggi di negara bagian Bengal Barat Anuj Sharma mengatakan, pejabat mengadakan pertemuan darurat pada Selasa (27/3/2018). Sementara untuk meningatkan kondisi keamanan polisi antihuru-hara dikerahkan untuk mengendalikan masa.

Sekitar 100 orang ditahan untuk memadamkan aksi kekerasan yang sudah berlangsung berhari-hari tersebut. “Penangkapan besar dilakukan,” kata Sharma.

Bahaya kekerasan komunal adalah kekhawatiran yang terjadi terus-menerus di negara demokrasi terbesar di dunia. Ketegangan antara Muslim dan Hindu telah meningkat di beberapa tempat sejak Modi dan partai nasionalisnya BJP yang beraliran agama Hindu berkuasa pada 2014.

Menteri Pemerintah Pusat BJP Babul Supriyo, menyalahkan Muslim atas kekerasan itu. “Preman dari masyarakat kecil membakar toko dan menarik umat Hindu keluar dari rumah mereka dan menyerang dan melukai mereka secara keji dengan golok & pedang,” katanya di akunt media sosial Twitter.

Polisi menolak untuk mengomentari pernyataan Supriyo. Sementara seorang pemimpin Kongres Trinamool mengecamnya sebagai hal yang sangat disesalkan. Tokoh masyarakat Muslim tidak tersedia untuk dimintai komentar.

Kepala Negara dari BJP Dilip Ghosh mengatakan setidaknya beberapa anggota senior BJP telah disebutkan dalam pengaduan polisi karena menyebabkan ketidakserasian di tengah masyarakat. Mereka dinilai secara tidak sah membawa senjata, tetapi partai itu membantah melakukan kesalahan.

Kepala Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee, yang mengepalai Kongres Trinamool dan merupakan salah satu kritikus terbesar Modi, memerintahkan tindakan polisi yang ketat terhadap semua pembuat masalah. Partai Modi telah berusaha keras untuk mendapatkan tanah di Bengal Barat, salah satu dari sedikit negara bagian yang tidak pernah diperintahnya. Partai tersebut menguasai 21 dari 29 negara bagian India, didorong ketenaran Modi serta keterbelahan agama di beberapa tempat. (Ant)

Lihat juga...