Asean-Australia Prihatin Isu Persenjataan Korea Utara

Ilustrasi kawasan semenanjung Korea - Foto: Dokumentasi CDN

SIDNEY – Negara-negara Asia Tenggara (Asean) dan Australia menyampaikan rasa keprihatinannya yang serius atas meningkatnya ketegangan dunia yang disebabkan program nuklir dan peluru kendali Korea Utara. Asean dan Australia mendesak dilakukannya pelucutan senjata dalam persoalan tersebut.

Korea Utara sedang mengejar program persenjataannya dengan menentang sanksi Dewan Keamanan PBB. Mereka telah membanggakan keberhasilan untuk mengembangkan rudal yang diklaim mampu mencapai daratan Amerika Serikat. Program tersebut diklaim sebagai bagian dari sistem perlindungan Korea Utara dari ancaman Amerika Serikat.

Saat ini Amerika Serikat tercatat telah menempatkan sebanyak 28.500 tentara di Korea Selatan. Hal itu menjadi bagian dari upaya untuk menginvasi Korea Utara. “Kami sangat mendesak Korea Utara untuk segera dan sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan semua Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang relevan,” demikian ASEAN dan Australia dalam sebuah deklarasi bersama, Minggu (18/3/2018).

Pembangunan rudal balistik dan hulu ledak nuklir yang dijalankan Korea Utara dianggap mengancam keamanan regional dan global. Oleh karenanya, deklarasi antara Asean dan Australia tersebut menyerukan pelucutan nuklir yang lengkap dan tidak dapat diubah.

Sementara itu, ketegangan saat ini dirasakan telah mereda dalam beberapa pekan terakhir. Terutama pasca partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin yang diadakan di Korea Selatan bulan lalu. Bahkan Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan rencana mengejutkan untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebelum bulan Mei.

Pernyataan tersebut disampaikan, setelah Kim berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi. “Kami dengan hati-hati didorong hal ini melihat perkembangan ini,” ujar Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong setelah publikasi deklarasi ASEAN tersebut.

Loong menyebut. situasi di Semenanjung Korea adalah masalah rumit. Membutuhkan waktu  untuk menyelesaikannya. “dan kami berharap langkah-langkah terakhir ini akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas yang abadi,” tandasnya.

Meski tidak menjadi anggota dari blok 10 negara ini, namun Australia menyelenggarakan pertemuan ASEAN akhir pekan ini guna memperketat hubungan politik dan perdagangan di kawasan tersebut di tengah pengaruh China yang meningkat.

KTT tersebut berfokus pada pengembangan hubungan ekonomi dan keamanan yang lebih dekat di antara ASEAN dan Australia, termasuk juga menentang sentimen proteksionis dan menyerukan sikap menahan diri di Laut China Selatan yang disengketakan, yang kini menjadi sebuah “titik api” regional. (Ant)

Lihat juga...