Warga Bantaran  Sungai Bengawan Solo Siaga Banjir 

Editor: Koko Triarko

SOLO — Status Sungai Bengawan Solo, mulai pagi menjelang siang terus meningkat. Dari semula level hijau, saat ini mulai memasuki level kuning. Sejumlah alarm deteksi banjir luapan sungai Bengawan Solo di beberapa lokasi pun telah berbunyi.

Pantauan Cendana News, tinggi permukaan air sungai Bengawan Solo terus menaik, sejak hujan deras yang mengguyur wilayah Solo dan sekitarnya, pada Rabu (7/2) hingga malam. Selain membuat seratusan permukiman di Keluarahan Kedunglumbu, pasar Kliwon, Solo, terendam, luapan air yang sempat menurun itu kembali naik.

Alarm deteksi dini banjir (EWS) di Jembatan Bacem, Grogol Sukoharjo yang sudah level kuning. -Foto: Harun Alrosid

Alarm   Early Warning System (EWS) di jembatan Bacem, kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada sekitar pukul 07.00 WIB telah menyala, dengan status level kuning. Ketinggian permukaan air sungai Bengawan Solo juga telah memasuki level kuning, yakni 7,5 meter. Sedangkan alarm EWS di kampung Putat, Kampung Sewu, Jebres juga menyala di level kuning.

Petugas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), Kelurahan Sewu, Budi Utomo, mengatakan, sejak pukul 07.00 WIB warga  bantaran yang sudah menjadi langganan korban banjir mulai siaga. Pasalnya,  ketinggian  air terus naik. “Ini  dampak aliran anak sungai Bengawan solo, yang baru pagi ini masih menguat, seperti kali Samin, Sungai Dengkeng, dan bendungan Colo,” papar dia, Kamis (8/2/2018).

Budi juga mengatakan, dengan kondisi permukaan air sungai Bengawan Solo yang terus meninggi, pihaknya mengimbau agar warga  siaga. Sebab, ancaman banjir akibat luapa sungai masih dimungkinkan terjadi, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

“Ancaman banjir kemungkinan masih terjadi, karena semua aliran anak sungai mengumpulnya di sungai Bengawan Solo,” tandasnya.

Sementara itu di kampung Daleman, Kecamatan Jaten, Karanganyar, ketinggian air sungai Bengawan sudah rata (peres) perkampungan warga. Setidaknya, terdapat 70 kepala keluarga yang saat ini bersiap-siap untuk antsipasi banjir luapan sungai tersebut. “Sudah mulai naik airnya, sampai di masjid. Kalau tidak kunjung surut, bisa masuk perkampungan warga,” katanya.

Lihat juga...