Tiga Gedung Pemerintah Terdampak Gempa di Padang Selesai Dibangun
Editor: Koko Triarko
PADANG — Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat, menyelesaikan pekerjaan pembangunan tiga kantor pemerintahan yang terdampak gempa pada 2009, yakni Kantor Dinas Pangan, Badan Keuangan Daerah, dan Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumbar, Fathol Abdi, mengatakan tiga gedung pemerintah itu dibangun atas adanya kerusakan fisik yang dialami pada gempa yang melanda Sumbar pada 2009. Secara bertahap, Pemerintah Provinsi elakukan pembangunan demi pembangunan untuk memulihkan kondisi perkantoran yang terdampak gempa.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan fisik Kantor Dinas Pangan sudah dimulai sejak tahun anggaran 2015 -2017, dengan menghabiskan anggaran Rp20 miliar lebih. Lalu, pembangunan Kantor Badan Keuangan Daerah dimulai pada tahun anggaran 2016-2017, menghabiskan Rp30 miliar lebih. Sedangkan pembangunan ketiga, yakni Kantor ESDM Sumbar, pelaksanaannya sejak tahun anggaran 2015 -2017 dan menghabiskan anggaran Rp19 miliar lebih.
“Jadi, ketiga bangunan itu awalnya merupakan bangunan yang rusak akibat gempa 2009, dan kini telah selesai dikerjakan pembangunan kantor baru di lokasi yang sama. Artinya, secara perlahan-lahan, kondisi bangunan perkantoran di Sumbar akibat gempa itu, berangsung-angsur kita selesaikan,” katanya, Senin (5/2/2018).

Fathol juga mengatakan, pada 2018 ini, Dinas Pekerjaan Umum Sumbar akan melanjutkan pengerjaan pembangunan untuk tiga tempat, yaitu pembangunan Gedung Inflasi, pembangunan Zona B Gedung Kebudayaan, dan pembangunan gedung Convesian Hall di Bukit Lampu.
“Tiga pembangunan itu bukan merupakan bangunan akibat gempa, tapi merupakan pembangunan baru yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar. Diperkirakan yang paling cepat kita resmikan ialah Gedung Inflasi yang ada di Jalan Bypass Padang,” sebutnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, mengatakan dengan telah selesainya pembangunan tiga perkantoran pemerintah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar hari ini, merupakan sebuah sejarah. Artinya, Sumbar masih terus melakukan pembangunan hingga kini, akibat gempa yang mengguncang pada tahun 2009 itu.
“Kenapa saya menyebutkan sejarah, karena gempa yang mengguncang dulu itu telah membuat hampir seluruh bangunan yang ada di Kota Padang hancur, termasuk bangunan perkantoran, dan kini alhamdulillah telah selesai dibangun,” ujarnya.
Irwan juga menyatakan, saat ini masih perlu lagi membuat kantor untuk sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum memiliki perkantoran yang layak, seperti halnya perkantoran untuk Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumbar. Namun, ke depan langkahnya OPD yang belum memiliki perkantoran yang layak, akan dipindahkan ke Komplek Kantor Gubernur, karena ada beberapa ruangan yang masih bisa untuk digunakan.