Sepekan Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik di Tegal
Editor: Koko Triarko
TEGAL – Cuaca buruk dengan angin dan ombak besar, membuat para nelayan di Tegal, Jawa Tengah, seminggu ini tidak melaut, dan berdampak naiknya harga ikan.
Ada nelayan nekad melaut, tapi hanya sebentar saja langsung mendarat. Kalau cuaca buruk, risikonya sangat tinggi, sehingga lebih baik memang tidak melaut. Karena sekarang ini banyak nelayan tidak melaut sehingga harga ikan kini tinggi.
“Sudah seminggu tidak melaut karena cuaca buruk, angin besar, ombak besar,“ kata Sugeng, nelayan pantai Larangan, Munjung Agung, Kramat, Tegal, Senin (5/2/2018).
Menurut Sugeng, ada beberapa nelayan yang nekat melaut, tapi hanya sebentar saja langsung mendarat. “Kalau cuaca buruk dengan angin besar dan ombak besar begini, risikonya sangat tinggi, jadi lebih baik memang tidak melaut,“ terangnya,
Akibat tidak melautnya para nelayan, pun berimbas pada naiknya harga ikan. “Sekarang, harga ikan Rp47 ribu per kilo, harga ikan tidak tentu, kalau ikan sedikit harganya tinggi, tapi kalau ikan banyak harganya rendah,“ urainya.
Sugeng mengaku biasa berangkat melaut pada subuh hari, dengan sepuluh orang dan pulang mendarat jam 11 siang. Melaut paling jauh sampai Karangjero.
“Alhamdulillah, kadang dapat ikan satu kuintal, menjualnya ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Larangan,“ ungkapnya.
Cukup berpengalaman menjadi nelayan, Sugeng pernah mengalami melaut dengan mendayung, tapi sekarang pakai mesin sehingga lebih mudah melaut. “Dulu sewaktu melaut dengan mendayung tidak menentu, tergantung angin, tapi kalau sekarang pakai mesin kita bisa menentukan tempat mendaratnya,“ ujarnya.
Sugeng berharap, ada bantuan pemerintah kepada nelayan secara nyata. “Memang ada bantuan, tapi yang dapat ya dapat, yang tidak dapat ya tidak dapat, kita di sini tidak pernah mendapat bantuan,“ bebernya.