Taman Mangrove Sriminosari Destinasi Wisata Keluarga
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Salah satu objek wisata pesisir pantai Timur Lampung yang sejuk dan cocok untuk dinikmati bersama keluarga yakni taman mangrove yang terletak di Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Wisata dengan pemandangan alam pesisir pantai didominasi vegetasi hutan bakau sekaligus satwa air menjadi daya tarik tersendiri.
Sapriyadi (34) bersama istri Indah Wahyuni (32), wisatawan lokal asal Dusun Trans Banyuwangi Desa Bangunrejo Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan sengaja memilih lokasi tersebut. Selain terbilang dekat dengan tempat tinggal, mereka juga ingin mengenalkan kepada anak akan kekayaan alam di pesisir pantai.
“Mengajak anak anaknya melihat dari dekat suasana alam pedesaan pesisir pantai yang banyak ditumbuhi mangrove sekaligus melihat dan mendengar suara kicauan burung khas hutan mangrove. Banyak burung bangau serta burung burung air yang menyambut terutama saat pagi hari dan di antaranya merupakan burung endemik khas Lampung Timur,” beber Sapriyadi, Minggu (11/2/2018).
Lokasi tersebut hanya berjarak tempuh sekitar 30 kilometer dari Lampung Selatan. Sementara dari Sukadana ibukota Lampung Timur berjarak 50 kilometer dengan waktu tempuh 1 jam.
“Akses jalan lintas timur yang bagus bisa ditempuh dengan kendaraan mobil tapi harus diparkir di lokasi yang disediakan. Selanjutnya ke lokasi hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki,” terang Sapriyadi.
Membayar uang parkir cukup Rp15.000 untuk kendaraan kendaraan roda dua Rp5.000 dan masuk ke kawasan wisata taman mangrove Sriminosari dengan tiket Rp5.000 sudah cukup terjangkau dengan sajian wisata alam yang cukup menyegarkan.
Sapriyadi juga menyebut sebagai kawasan ekowisata taman mangrove Sriminosari saat kondisi musim kemarau pengunjung bisa melewati area persawahan warga yang sedang tidak digarap karena kering. Setelah itu pengunjung juga bisa melewati jembatan bambu dan kayu sekaligus jalur tracking dengan panjang ratusan meter.
Jalur tracking dari bambu dan kayu sebagai akses utama kawasan taman mangrove sekaligus menjadi lokasi untuk swafoto dan melihat perilaku satwa air dari dekat. Sapriyadi juga menyebut penggunaan kamera dengan lensa tele atau membawa teropong sangat dianjurkan untuk melihat burung burung air terutama pecinta bird watching.
Puas menikmati suasana kesejukan alam taman, berselfie ria atau sekedar jalan santai di jembatan bambu pengunjung bisa beristirahat di sejumlah saung yang terletak di atas air dan menghadap ke pantai Timur Lampung sekaligus menikmati sajian kuliner khas pantai.
Sebagai kawasan wisata bahari di taman mangrove Sriminosari Sapriyadi menyebut pengunjung bisa menikmati sajian kuliner makanan laut (Seafood) dengan harga terjangkau. Pilihan makanan laut yang bisa dipilih di antaranya ikan bakar, kepiting rebus,s elain itu oleh oleh yang dihasilkan oleh masyarakat di wilayah tersebut berupa kerupuk rasa ikan, terasi serta makanan berbahan ikan bahkan bisa dibawa pulang.

Selain bisa sekedar duduk di saung saung yang disiapkan sekaligus menikmati kuliner pengunjung juga bisa berkeliling hutan mangrove mempergunakan perahu dan speedboat. Sewa naik perahu sebesar Rp15.000 per orang sementara untuk naik perahu milik nelayan biaya bisa dinegosiasi. Pecinta fotografi bahkan kerap mempergunakan lokasi tersebut sebagai lokasi pengambilan gambar untuk prawedding serta objek foto pencinta fotografi berkonsep alam.