SHU KPRI Kantor Gubernur Sumbar Tembus Rp1,1 Miliar

Editor: Mahadeva WS

PADANG — Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar tembus Rp1,1 miliar. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan jika dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp900 juta.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebut, jumlah SHU yang diperoleh tersebut termasuk cukup tingginya. Dari perencanaan yang dilakukan SHU tersebut akan dibagikan ke anggota untuk kebutuhan pendidikan anak dari anggota koperasi atau beasiswa yang dibagikan dalam bentuk uang.

“Akan tapi saya minta kepada pihak koperasi jangan hanya mengandalkan simpan pinjam saja. Apalagi simpan pinjam yang konsumtif. Saya ibaratkan itu mancing ikan di kuali, pasti dapat nggak usah kerja keras. Pengurus jangan hanya andalkan simpan pinjam saja, kalau mau cari untung,” ujar Irwan usai menghadiri Rapat Akhir Tahun (RAT) KPRI Unit Korpri Kantor Gubernur Sumbar, di Padang, Senin (26/2/2018).

Perlu dilakukan pengembangan usaha lebih lanjut dengan melakukan pendekatan diberbagai usaha. Salah satu yang dicontohkan adalah, pemenuhan kebutuhan pegawai Pemprov Sumbar yang kini sekira 30 ribu orang. Dari jumlah tersebut, apabila dihitung keberadaan kebutuhan rumah, seperti sabun, sikat, pasta gigi, dan kebutuhan lainnya, maka cukup banyak uang yang dibutuhkan.

“Coba bayangkan berapa kebutuhan sebulan? Makan, perlu beras. Ada gula, minyak, siapkan semuanya. Itu pasti lebih murah karena kita beli langsung ke distributor. Pegawai beli murah, penjual untung. Berapa profitnya? Ini kan captive market,” tandasnya.

Dengan kemudahaan tersebut Irwan meminta kepada pengurus untuk amanah. Sementara untuk para pegawai yang menjadi anggota untuk tidak konsumtif. Dari data yang ada, ada anggota yang gajinya terpotong sampai 70 persen untuk membayar kewajiban. Hidup hanya mengandalkan sisa gaji yang ganya 30 persen.

Kondisi tersebutlah yang dikhawatirkan akan mendorong para pegawai melakukan pelanggaran. “Uang kurang Dia korupsi. Ada data-data begitu. Makanya hiduplah sederhana, cukuplah sebagai PNS,” jelasnya.

Ketua Umum KPRI Kantor Gubernur Sumbar Ell Yawardi mengatakan, untuk lebih meningkatkan kinerja,  KPRI membuhtukan kantor yang memadai. Selama ini kantor KPRI menumpang di salah satu ruangan yang ada di Gedung Scape Building. Kantor yang ada dinilai masih kurang memadai untuk melayani anggota koperasi.

Saat ini sudah dilakukan perencanaan pembangunan kantor dengan mempergunakan dana koperasi. Direncanakan kantor akan dibangun di komplek Kantor Gubernur Sumbar, meski hingga kini belum ada titik pastinya. Pembangunan kantor koperasi tersebut sudah harus diproses mengingat kondisi kantor koperasi saat ini rusak akibat gempa 2009 lalu.

Rencana bangunan kantor koperasi nantinya berlantai dua. Lantai satu untuk aktivitas pengurus dan lantai dua untuk anggota. “Untuk program kerja di 2018 ini telah kita tetapkan, yakni membuat cafe dan Minang Mart, serta program pendukung lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...