Ribuan Jiwa Mengungsi Akibat Longsor di Kuningan

Longsor, ilustrasi -Dok: CDN

KUNINGAN – Seribuan jiwa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengungsi akibat di wilayahnya terkena longsor. Pergerakan tanah yang terjadi berimbas pada rusaknya tempat tinggal sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Yang mengungsi akibat bencana longsor dan tanah bergerak lebih dari 2.000 jiwa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin di Kuningan, Senin (23/2/2018).

Lokasi pengungsian, tersebar dibeberapa tempat, seperti balai desa, rumah saudara dan juga posko pengungsian. Bencana tanah longsor tersebut menimpa empat desa di Kuningan.

Di Desa Margacina, Kecamatan Karangkencana, Kabupaten Kuningan dimana terjadi pergerakan tanah dan juga longsor. “Di desa ini sebanyak 987 jiwa harus mengungsi dan dipastikan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Longsor juga terjadi di Desa Jabranti, Kecamatan Karangkencana. Kejadian tersebut berimbas pada 1.333 jiwa penduduk harus mengungsi. Pergerakan tanah juga terjadi di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru. Di tempat tersebut 1.500 jiwa mengungsi di berbagai tempat.

“Longsor juga dirasakan oleh 101 warga Desa Mungkaldatar, Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan, selain menimpa permukiman sehingga harus mengungsi, longsor juga menutup jalan yang menjadi satu-satunya akses warga,” tambah Agus.

Agus mengatakan bencana yang menimpa empat Desa di Kuningan tersebut, dikarenakan curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu. Saat ini masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan bantuan makanan, sandang, kebutuhan bayi dan balita, peralatan mandi dan kebutuhan lainnya. (Ant)

Lihat juga...