Reza Rahadian: Benyamin itu Khas

Editor: Satmoko

Aktor Reza Rahadian. Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA – Aktor Reza Rahadian bersyukur setelah sukses memerankan Habibie, Tjokroaminoto hingga pelatih 3 Srikandi, kini ia mendapat karakter Pengki yang dulu diperankan Benyamin Sueb.

Bagi Reza, Benyamin telah mengharumkan budaya Betawi jadi memang membanggakan dirinya yang kini memerankan tokoh tersebut.

“Sebenarnya secara khusus saya tidak berperan sebagai Benyamin Sueb, tapi berperan sebagai Pengki,” kata aktor Reza Rahadian kepada Cendana News, di acara Festival Benyamin Biang Kerok di halaman Kompleks Gedung Pusat Kebudayaan Betawi, Jalan Jatinegara Timur, Jakarta Timur, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Reza menerangkan, bahwa nama tokoh yang ia perankan yaitu Pengki memang pernah juga diperankan almarhum Benyamin Sueb pada 1972 lewat film ‘Benyamin Biang Kerok’.

“Tentu pendekatannya sekarang berbeda antara almarhum dengan saya, tapi tetap saja Mas Hanung (Hanung Bramantyo – red) mengharuskan saya untuk menjadi Benyamin Sueb dulu untuk mencari sesuatu yang khas dari beliau,“ terangnya.

Menurut Reza, akhirnya ia menemukan sesuatu yang khas dari Benyamin Sueb, yaitu suaranya khas, gelak tawanya khas, dan polah tingkahnya juga khas.

“Saya hanya berusaha menggabungkan semua unsur tersebut untuk membangun tokoh Pengki dalam film ‘Benyamin Biang Kerok’ versi sekarang,“ ungkapnya.

Untuk lebih mengenal sosok Benyamin Sueb, Reza sejauh ini menonton film ‘Benyamin Biang Kerok’ dan ‘Si Doel Anak Modern’ untuk menjadi film acuan.

“Saya bisa bilang roll modelnya, referensinya kedua film tersebut,“ bebernya.

Tantangan Reza karena dalam produksi film kali ini banyak sekali adegan musikal. Ada delapan lagu, tujuh lagu yang ia nyanyikan, tiga lagu ia menyanyi duet, sedangkan sisanya solo, ia menyanyi sendiri.

“Lumayan banyak lagu yang harus saya nyanyikan sesuai dengan karakter Pengki. Jadi bukan menyanyikan lagu soundtrack lalu menggunakan karakter suara saya seperti biasanya. Tapi harus sesuai karakter, jadi lumayan sulit,“ tuturnya.

Film ini bukan film biopik, Reza merasa tidak ada keharusan untuk seratus persen menyamai Benyamin. “Otomatis memang sowan dan kemudian ziarah ke makam beliau sesudah syuting film ini selesai,“ katanya.

Kemasan cerita film ini lebih kekinian karena bukan film remake jadi tidak ada kesamaan antara film dulu dengan film sekarang. “Hanya tokoh Pengki saja yang sama, sesuai yang dulu beliau perankan, sedangkan tokoh-tokoh lainnya seperti mami, babeh, Aida itu beda,“ bebernya.

 

Reza mengharapkan masyarakat kembali ingat, terutama masyarakat Betawi. “Mereka juga bisa mengingat kembali sosok yang berjasa untuk kebudayaan Betawi,“ tegasnya.

Reza juga mengharapkan semoga Museum Benyamin Sueb bisa segera direalisasikan oleh Pemda DKI Jakarta karena itu penting mengingat warisan beliau yang begitu besar.

“Kerja keras beliau begitu besar mengusung budaya Betawi,” tandasnya.

Lihat juga...