Poomsae Indonesia Pakai Musik Tradisional di AG 2018
JAKARTA – Tim taekwondo kategori poomsae (artistik) Indonesia, akan memakai musik tradisional Indonesia untuk turun di Asian Games (AG) 2018 Agustus mendatang. Hal tersebut akan dilakukan untuk gerakan freestyle.
“Tim poomsae Indonesia, akan memilih lagu tradisional Indonesia saat berlaga di Asian Games dalam gerakan freestyle,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Rahmi Kurnia, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/2/2018).
Rahmi menyebut, adanya ketentuan baru nomor poomsae yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games 2018. Selain itu ada pula berbagai hal yang baru diperkenalkan, akan dipertandingkan di ajang ini. Hal tersebut mendorong muncuknya kreatifitas pemanfaatan lagu tradisional Indonesia.
Hal yang baru yang muncul adalah, dipertandingkan new poomsae atlet dituntut memperagakan jurus yang lebih banyak gaya bertarung dibandingkan dari poomsae tradisional (recognise). Selanjutnya, sistem penilaian gerakan atlet yang sebelumnya memperagakan gerakan satu arena satu atlet untuk nomor perorangan, di 2018 akan dipertandingkan satu arena, dua atlet.
“Ada ketentuan dari fase peyisihan hingga final, kita memakai gerakan berbeda di setiap fase, mulai recognize, new poomsae, hingga freestyle. Dengan pertandingan model begitu, maka fisik atlet sangat penting sekali ada peningkatan power dan kecepatan, serta tingkat teknik kesulitannya,” ucap Rahmi.
Tim poomsae Indonesia mengikuti turnamen uji coba (test event) bertajuk invitation tournament Asian Games 2018 cabang taekwondo di JI Expo Kemayoran Jakarta, 10-11 Februari 2018. Di test event tersebut, tim poomsae berhasil menyapu bersih empat emas yang diperebutkan, masing-masing dari nomor perorangan putra melalui Muhammad Alfi Kusuma, perorangan putri melalui Defia Rosmaniar, serta emas dari tim putra dan tim putri.
Selepas test event, tim poomsae akan dikirim ke Korea Selatan untuk pemusatan latihan selama dua bulan. Kemudian dilanjutkan dengan ikut serta dalam Kejuaraan Asia di Vietnam (24-27 Mei), berlanjut ke kejuaraan Korea Terbuka dan Piala Kim Min-Jeong di Negeri Ginseng di bulan Juni hingga Juli.
Rahmi menyebut, tim poomsae sendiri memiliki kemungkinan untuk berubah saat diturunkan di Asian Games 2018 nanti. Hal tersebut tergantung hasil pemantauan dan evaluasi di pemusatan latihan dan berbagai kejuaraan. “Untuk perorangan, kemungkinan akan tetap dari pemain test event ini meski baru 60-70 persen, sedang untuk tim, kemungkinan masih bisa tambal sulam. Cara penentuannya, dilakukan pemantauan apakah para pemain masih bisa ditingkatkan atau sudah stagnan dalam setiap pertandingan,” ujar Rahmi.
Sementara itu, pelatih poomsae Indonesia, Seung Shin Jung menyebut, pemilihan lagu tradisional Indonesia tersebut agar masyarakat Indonesia menjadi lebih familiar saat mendukung penampilan tim poomsae tanah air. Harapannya, saat atlet Indonesia tampil, akan memperoleh dukungan dari penonton yang hadir di stadion.
“Sehingga waktu Indonesia tampil, mereka merasa ikut memiliki dan ikut terlibat di dalamnya. Agar masyarakat semakin mendukung atlet poomsae Indonesia pada saat melakukan gerakan, akhirnya tim juga akan memberikan yang terbaik,” kata Seung. (Ant)