Pesawat F-16-nya Jatuh, Israel Serang Suriah

Ilustrasi Bendera Israel/Foto: Dokumentasi CDN

YERUSALEM – Israel melancarkan serangan udara secara gencar dengan sasaran pasukan Iran di Suriah pada Sabtu (10/2/2018). Serangan dilakukan sesudah pesawat F-16 milik negara Yahudi tersebut jatuh.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi bagian dari bentrokan paling sengit di Suriah antara Israel dengan pasukan Pasukan Iran. Tercatat pasukan Iran menang dalam sejumlah pertempuran untuk membantu Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara, yang sudah berlangsung tujuh tahun.Pengaruh Iran, yang membesar, dalam perang saudara di Suriah membuat Israel semakin meningkatkan kewaspadaan, mengingat Tehran adalah musuh besar Tel Aviv.

Baik Israel maupun Suriah menyatakan tidak akan melakukan bentrok secara langsung. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini langsung terbang ke kantor pusat militer Israel di Tel Aviv untuk melakukan konsultasi. Sementara persekutuan pendukung Bashar berjanji membalas semua teror yang dilakukan oleh Israel.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, bahwa pihaknya sangat prihatin terhadap perkembangan terbaru di Suriah. Mereka mendesak agar kedua belah pihak segera menahan diri dan menghindari eskalasi konflik. “Sepertinya, keadaan masih terkendali. Saya pikir semua orang ingin menghindari eskalasi,” kata diplomat Barat.

Rangkaian peristiwa ini dimulai pada Sabtu (10/2/2018) pagi sekira pukul 4.30 waktu setempat. Helikopter Apache milik Israel menembak jatuh sebuah pesawat nirawak Iran di kota Beit Shean. “Pesawat nirawak itu diduga terbang dari sebuah pangkalan udara di Suriah dan berhasil dicegat setelah melewati perbatasan Israel,” kata Juru Bicara Militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus.

Sejumlah pesawat tempur Israel kemudian menyerang sebuah pangkalan militer Iran di Suriah. Salah satu dari pesawat tempur tersebut, F-16 bikinan Amerika Serikat, jatuh saat kembali dari misinya di kawasan timur Haifa, Israel. Kedua pilot pesawat berhasil menyelamatkan diri dan mengalami luka berat. Menurut keterangan Israel, F-16 terjatuh terkena tembakan dari Suriah.

Iran sendiri membantah keterangan dari Israel itu dan menyebutnya sebagai konyol. Persekutuan militer pendukung Bashar juga membantah mengirim pesawat nirawak ke wilayah Israel.

Menurut keterangan mantan Kepala Angkatan Udara Israel, David Ivry, itu adalah pertama kali pesawat tempur F-16 milik Israel ditembak jatuh sejak 1980-an. Israel sejak lama menjadi penguasa udara di kawasan Timur Tengah. Mereka berulangkali melancarkan serangan udara di Suriah dengan sasaran kelompok Pasukan  Hizbullah yang berafiliasi dengan Iran.

Iran bersama Hizbullah sudah mengirim banyak tentara ke Suriah untuk mendukung Bashar. Pejabat persekutuan pasukan pendukung Bashar mengatakan bahwa pesan telah sampai ke Israel dengan jatuhnya F-16. Namun persoalan itu tidak akan berkembang menjadi perang kawasan.

Juru bicara militer Israel juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pihaknya tidak ingin memicu eskalasi kawasan. Aksi serangan tersebut dinilai sebagai upaya pertahanan yang dimulai oleh agresi Iran.

Sementara itu, di Washington, pemerintahan Presiden Donald Trump mengaku mendukung aksi keras Israel terhadap Iran dan menyatakan bahwa pihaknya ingin membatasi pengaruh Teheran di Suriah. Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence saat mengunjungi Israel pada bulan lalu menyebut Iran sebagai negara utama di dunia yang menjaga terorisme. (Ant)

Lihat juga...