Perusda Balikpapan Lirik Pemasangan Jargas Kalangan Bisnis
Editor: Mahadeva WS
BALIKPAPAN – Perusahaan Daerah (Perusda) Balikpapan berupaya untuk melakukan inovasi bisnis. Kali ini yang dilirik adalah kemungkinan pembuatan jaringan gas (Jargas) untuk kalangan bisnis yang ada di daerah tersebut.
Inovasi di kegiatan jaringan gas tersebut menjadi bagian dari keinginan untuk menambah potensi pendapatan. Dari perencanaan yang disiapkan, Perusda Balikpapan akan mencoba untuk memfasilitasi pemasangan jargas bagi kalangan bisnis seperti hotel dan restoran dan masyarakat mampu.
Direktur Utama Perusda Balikpapan Poerba Widjaja mengatakan, pemasangan jaringan gas untuk kalangan bisnis yang digagas nantinya akan terintegrasi dengan jaringan yang sudah ada. Perusda akan mengakomodir pemasangan jaringan dari saluran induk langsung ke pemasang yang merupakan kalangan bisnis tersebut.
“Perusda akan mengakomodir jargas untuk bisnis seperti hotel dan restoran sekaligus masyarakat yang dikategorikan mampu. Nanti tinggal sinkronisasi kemudian biaya pemasangan dari jaringan induk ke pemasang diakomodir oleh perusda. Selanjutnya pemasang yaitu kalangan bisnis ini membayar biaya pemasangan ke perusda,” tutur Poerba, Kamis (22/2/2018).
Pemerintah pusat saat ini sudah mengalokasikan anggaran pembangunan jargas untuk rumah tangga yang tidak berbisnis di Balikpapan. Saat ini sudah terpasang sekira 4.000-an sambungan rumah tangga. Tahun ini direncanakan akan ada pemasangan sebanyak 6.000 sambungan.
Dari pencermatan yang dilakukan, di sepanjang jalur jargas ada banyak toko atau restoran hotel dan kalangan ekonomi mampu yang bisa menjadi potensi pengguna jaringan tersebut. Untuk menggali potensi pemasangan jargas di kalangan bisnis tersebut Perusda Balikpapan telah melakukan survey di beberapa titik.
“Pendataan sudah dilakukan dilakukan, kita seleksi dengan melihat potensi tentunya potensi yang punya benefit. Bukan sekedar bayar gasnya tapi juga dampak pada pengembangan kanan kiri. Tahun ini targetnya,” tandasnya Poerba.
Adapun untuk biaya pemasangan hingga perawatan bagi kalangan bisnis tersebut diperkirakan biayanya sekira Rp6 juta hingga Rp7 juta. “Enam hingga tujuh juta biaya pemasangan hingga maintenance. Karena mampu ada biaya pemasangan. Disini tidak ada masalah dengan gas karena dipasok pertamina dan chevron. Tinggal kita manajemen saja,” bebernya.