Persediaan Beras di Penajam 21.800 Ton

Dok: CDN

PENAJAM – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Surito Widarie, menyatakan persediaan beras di daerah itu mencapai 21.800 ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat selama enam bulan ke depan.

“Hingga Desember 2017, stok beras yang tersimpan di gudang Badan Urusan Logistik 800 ton ditambah cadangan beras yang tersimpan di lumbung masyarakat sekitar 21.00 ton, sehingga total persediaan beras sekitar 21.800 ton,” kata Surito Widarie, ketika ditemui di Penajam, Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, konsumsi beras masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara, sekitar 1.439 ton per bulan, sehingga dengan persediaan beras yang ada saat ini masih mencukupi sampai enam bulan ke depan.

“Dengan stok beras yang masih tersimpan sekitar 21.800 ton masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara tidak perlu merasa khawatir, sebab kebutuhan pangan selama enam bulan dipastikan masih tercukupi,” ujarnya.

Kendati sempat mengalami penurunan produksi beras pada 2017 akibat kondisi iklim yang tidak menentu, namun persediaan beras di Kabupaten Penajam Paser Utara masih aman.

Produksi padi Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2017 empat mengalami penurunan akibat hujan berkepanjangan, tetapi Surito Widarie memastikan, persediaan beras di gudang Bulog dan yang tersebar di lumbung masyarakat masih cukup aman.

Untuk menutupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara hingga akhir 2018, lanjutnya, akan tertutupi dari hasil panen para petani sepanjang 2018.

“Persediaan beras di Kabupaten Penajam Paser Utara aman dengan perhitungan hasil panen sepanjang 2018 ditambah stok beras yang ada saat ini, bahkan diperkirakan mengalami surplus beras,” ucap Surito Widarie.

Selain itu, dia menjamin kualitas beras yang tersimpan di gudang Bulog dan yang tersebar di lumbung masyarakat cukup baik dan layak dikonsumsi. “Stok beras yang ada saat ini cukup bagus dan terjamin kualitasnya untuk disalurkan sebagai beras sejahtera (rastra) program bantuan dari Kementerian Sosial atau Kemensos,” tambah Surito Widarie. (Ant)

Lihat juga...