Percepat Pengangkutan Sampah, DLH Balikpapan Manfaatkan Truk Konvektor
Editor: Satmoko
BALIKPAPAN – Modernisasi peralatan kebersihan dan pengangkut sampah terus dilakukan kota Balikpapan seperti dengan adanya mobil penyapu jalan atau road sweeper. Dan satu lagi alat mempercepat pengangkut sampah yaitu satu truk konvektor.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Suryanto menjelaskan, modernisasi alat kebersihan terus dilakukan pihaknya, baik itu dari bantuan pemerintah pusat maupun dari kota. Seperti bantuan truk konvektor dari pemerintah yang datang pada bulan Desember 2017 dan tahun ini akan dioperasikan.
“Sebelum truk pengangkut sampah itu beroperasi perlu dicarikan kontainer pasangannya untuk mengepres sampah agar bisa terangkut lebih maksimal. Rencananya akan kami ajukan pada tahun ini dan lapor ke Sekda terlebih dahulu, karena datangnya akhir tahun. Jadi belum sempat dianggarkan,” paparnya, Rabu (7/2/2018).
Dia menyebutkan, satu truk pengangkut sampah tahun ini akan datang lagi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

“Satu truk konvektor akan datang lagi melalui DAK. Nah yang ada sekarang harus dicarikan kontainernya karena satu truk konvektor bisa mengangkut 8 ton sampah. 8 ton itu biasanya bisa diangkut dengan dua truk sehingga bisa mempercepat proses pengangkutan sampah,” beber Suryanto.
Rencananya, truk konvektor akan mengangkut sampah yang ada di pasar-pasar karena jumlah sampah begitu banyak dibandingkan TPS yang lain.
“Cocoknya di pasar pasar, bisa mengangkut 8 ton sampah karena sampah dipres. Pemilahan sampah juga terus dijalankan untuk mempermudah pengangkutan,” tambahnya.
Diketahui, dalam sehari sampah yang terangkut dari seluruh TPS di Balikpapan mencapai 350 hingga 400 ton.
Selain itu, pihaknya juga mengoperasikan road sweeper untuk membersihkan jalan protokol di tahun ini. Dua unit road sweeper menghabiskan bahan bakar solar 25 liter per hari untuk mengoperasikan.
“Satu mobil dianggarkan 25 liter per hari, sehingga akan banyak berfungsi untuk membersihkan sedimen di jalan dan median yang sulit disapu,” ujar Suryanto.
Dia menambahkan, mobil itu dioperasikan dengan kehati-hatian dan tidak akan dioperasionalkan secara penuh. Mengingat, biaya pemeliharaan cukup tinggi sehingga nantinya mobil sweeper tersebut bisa menyikat dan mengeruk sedimen yang melekat di median jalan.
“Mungkin nanti nggak jalan full karena sikatnya bisa cepat habis. Harapan penggantinya bisa 3 bulan sekali. Kalau jalan full mungkin 15 hari harus diganti,” tambahnya.