Pemprov Sumbar Paparkan Potensi Investasi kepada 24 Perwakilan Dubes

Editor: Irvan Syafari

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra.

PADANG — Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit memaparkan potensi investasi di Sumbar kepada 24 perwakilan kedutaan besar negara sahabat, yang hadir pada pertemuan Forum Investasi Sumatera Barat di Auditorium Gubenur Sumbar, Padang.

Nasrul menyampaikan sejumlah pembangunan di Sumbar yang membutuhkan adanya investasi. Sektor yang ditawarkan untuk investasi di antaranya pariwisata, energi baru terbarukan (EBT), perikanan, dan industri pengolahan makanan.

Pada paparan itu, Wagub mengusung potensi pariwisata. Alasan Wagub mengusungkan pariwisata, karena hal tersebut sejalan dengan promosi wisata halal yang digaungkan Pemprov Sumbar.

Cukup banyak potensi pariwisata di Sumbar yang butuh untuk dikelolah oleh investor, seperti Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Gunung Padang, di Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan beberapa daerah lainnya di Sumbar yang memiliki potensi yang bagus untuk dikelola.

“Kita telah berusaha mempromosikan potensi pariwisata di Sumbar ini, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Cukup banyak potensi wisata kita yang sampai saat ini belum terkelola. Padahal dengan kondisi alam yang kaya akan keindahan ini, apabila dikelola, akan membuat perekonomian di Sumbar tumbuh dengan baik,” katanya, Kamis (8/2/2018).

Untuk itu, Nasrul berharap dengan adanya pertemuan Forum Investasi Sumatera Barat ini dapat memberikan dampak yang positif bagi Sumbar. Harapan itu tentunya, adanya keinginan dan kesiapan investor untuk mengtelolah potensi wisata di Sumbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Sumbar Maswar Dedi mengatakan, sejauh ini telah terjadi kenaikan realisasi investasi di Sumbar, yakni mencapai angka 20 persen setiap tahunnya. Baik itu terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA), maupun kepada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Menurutnya, Forum Investasi Sumatra Barat yang diselenggarakan bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 dapat menjadi momen mempromosikan berbagai sektor potensi yang ada.

Seperti sektor pariwisata, bidang energi baru terbarukan (EBT) terutama panas bumi dan mikro hidro. Pemerintah mencatat, potensi energi listrik yang bisa dibangkitkan dari dari energi panas bumi mencapai 1.685 Mega Watt (MW).

“Sampai saat ini baru dua wilayah kerja panas bumi yang sudah dieksplorasi oleh pihak swasta dan siap dieksploitasi di Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Jadi intinya, pertemuan ini untuk menggaet investor,” sebutnya.

Lihat juga...