Pak Subur: Hama Ulat Ancam Produktifitas Tanaman Bawang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JATENG — Pak Subur, petani penggarap bawang di Tegal yang sudah puluhan tahun bekecimpung di budidaya bawang membagikan sedikit ilmunya. Ia membeberkan bagaimana rahasia agar tanaman tersebut bisa menghasilkan dengan maksimal.

Menurut Pak Subur, tanam bawang itu tergantung pengelolaah termasuk pemupukan dan pengobatannya.

“Kalau pupuk dan obatnya murah ya modalnya sedikit, tapi kita kan ingin hasil yang maksimal jadi kita beli pupuk dan obatnya murah jadi modalnya juga besar, “ ungkap lelaki kelahiran Padasugih, Karang Birahi, Brebes.

Pak Subur menyampaikan, sawah yang sedang digarap tanam bawang itu seluas 3 hektare dan memerlukan modal sekitar 80 juta.

“Modal sebesar itu sudah termasuk pengolahan tanah, pembibitan bawang, penanaman bawang, penyiraman, pemupukan, sampai panen, “ bebernya kepada Cendana News, di Dukuh Karangjati, Desa Munjung Agung, Kec. Kramat, Kab, Tegal, Sabtu (3/2/2018)

Disebutkan, kalau sawah bekas tanam bawang lebih mudah ditanami bawang lagi, hanya diobat rumput, dicangkul, dijeblos lahannya, dicangkul lagi, diratakan, dan kemudian tanam.

Sebagai petani penggarap, Pak Subur mengingatkan, ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh petani bawang, di antaranya serangan hama ulat.

“Kita harus waspada pada hama ulat. Namun yang harus kita basmi itu telor ulatnya. Untuk tahu ada telor ulatnya, di daun ada putih-putih, kalau sudah begitu harus langsung disemprot dengan obat,“ ujarnya.

Dijelaskan, jika tanaman terkena serangan hama ulat akan berdampak pada produksi hasil. Jika tidak ditangani dengan serius, petani dapat mengalami gagal panen.

Untuk mengatasi hama ulat, Pak Subur melakukan seperti di antaranya pengolahan tanah yang sempurna, pengaturan jarak tanam pada musim hujan sekitar 20 x 15 cm varietas tiron, pengelolaan air yang baik dan sanitasi atau pengendalian gulma di seputar pertanaman.

“Semua itu kalau kita lakukan dengan sebaik mungkin maka hasilnya maksimal dan dengan demikian dapat meningkatkan produksi bawang, “ pungkas pembudidaya yang menggarap lahan milik orang lain dengan sistem bagi hasil tersebut.

Lihat juga...