JAKARTA – Pemerintah perlu benar-benar memastikan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, agar penyesuaian harga BBM yang telah ditetapkan baru-baru ini tidak terlalu menghebohkan warga.
“Pemerintah harus memastikan terjaminnya pasokan BBM subsidi, premium dan solar,” kata Anggota Komisi VI DPR, Hamdani, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (27/2/2018).
Menurut Hamdani, saat ini masih ditemukan adanya SPBU yang ternyata tidak lagi menyediakan premium dan solar subsidi, sehingga memaksa masyarakat membeli BBM nonsubsidi.
Ia berpendapat, bahwa kurangnya ketersediaan BBM subsidi rentan berpotensi menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut, karena BBM subsidi pada saat ini banyak digunakan di berbagai daerah oleh banyak kalangan seperti petani dan nelayan.
Bila petani dan nelayan terpaksa menggunakan BBM nonsubsidi, maka hal tersebut dapat meningkatkan ongkos produksi yang semakin membebani mereka.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) merilis daftar harga BBM terbaru dengan mencatatkan kenaikan harga pada mayoritas nonsubsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite).
Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah di Jakarta, pada Minggu (25/2), pada laman resmi Pertamina, dalam tabel harga, jenis BBM Pertamax per liternya di wilayah Jakarta naik dari Rp8.600 menjadi Rp 8.900. Sementara Pertamax Turbo naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.100.
Kemudian, untuk daftar harga Pertamina Dex dalam tabel resmi, naik dari sebelumnya Rp9.250 per liter menjadi Rp10.000. Sedangkan untuk Dexlite naik dari sebelumnya RP7.500 menjadi Rp8.100.
Namun, untuk jenis BBM Pertalite, Premium dan Solar tidak mengalami perubahan harga. Data tersebut dilansir pada 24 Februari 2018, terakhir. Data memuat harga dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua. (Ant)