Indonesia Gelar Foum Komunikasi Bilateral di Ukraina
JAKARTA – Indonesia dan Ukraina mengadakan Forum Komunikasi Bilateral (FKB) ke-2 di Kyiv, Ukraina, Kamis (22/2), demikian keterangan pers dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kyiv yang diterima di Jakarta, Jumat (23/2/2018).
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Muhammad Anshor, sedangkan Delegasi Ukraina dipimpin Sekretaris Negara Kemlu Ukraina Andriy Zayats.
Dalam Kesempatan tersebut, hadir Duta Besar RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi, dan Duta Besar Ukraina untuk RI, Volodymyr Pakhil.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Muhammad Anshor, menyatakan bahwa hubungan persahabatan kedua negara berjalan dengan sangat baik berkat komunikasi efektif antara kedutaan besar kedua negara. Peran aktif duta besar kedua negara dinilai penting dalam peningkatan hubungan Indonesia-Ukraina.
Selain itu, perwakilan tetap kedua negara, baik di New York maupun Jenewa, juga selalu melakukan koordinasi erat dalam berbagai isu multilateral.
Dalam pidatonya, Dirjen Muhammad Anshor juga mengapresiasi kesediaan Pemerintah Ukraina untuk menjadi tuan rumah FKB yang bertujuan semakin mendukung peningkatan kerja sama kedua negara.
“Indonesia adalah bagian dari masyarakat internasional yang bertanggungjawab dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional. Tanpa terkecuali dalam hal penghormatan kepada kedaulatan wilayah Ukraina,” ujarnya.
Sementara itu, Andriy Zayats menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan Delegasi RI di Ukraina dan percaya bahwa FKB ke-2 itu dapat meningkatkan kerja sama antara kedua negara. Ukraina juga mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 dan akan berbagi pengalaman Ukraina sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2016-2017 lalu.
Ukraina, menurut Zayats, memiliki sejarah panjang dengan Indonesia, yakni mulai dari dukungan Ukraina melalui wakilnya di DK PBB – sebagai perwakilan dari Uni Soviet – untuk kemerdekaan Indonesia pada 1946 hingga pertukaran kunjungan tingkat tinggi antara kedua negara, terutama kunjungan parlemen Indonesia ke Ukraina dengan intensitas yang tinggi. Hal itu didukung oleh momentum yang diciptakan oleh kunjungan Presiden Ukraina ke Indonesia pada 2016.
“Kerja sama teknis kedua negara sudah terjalin, terutama dalam bidang militer. Walaupun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kerja sama dalam hal pelatihan teknis militer,” tuturnya.
Dia juga berharap kedua negara dapat meningkatkan kunjungan pejabat tinggi militer untuk mendukung perkembangan kerja sama militer secara umum.
Untuk memperkenalkan Indonesia kepada Ukraina, KBRI Kyiv juga telah membangun Anjungan dan Taman Indonesia di Kebun Botani Ukraina serta Miniatur Indonesia di Taman Miniatur Ukraina.
Hal itu menunjukkan komitmen untuk meningkatkan hubungan antarmasyarakat kedua negara. Kedua belah pihak pun sepakat bahwa FKB merupakan mekanisme reguler yang sangat penting untuk melakukan konsolidasi berbagai isu bilateral dan multilateral antara kedua negara dan perlu terus dilanjutkan. (Ant)