Budi Daya Ikan Hias di Bogor Semakin Menjanjikan

Ilustrasi Ikan hias – Foto: Dokumentasi CDN

BOGOR – Budi daya ikan hias di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirasakan semakin menjanjikan oleh sejumlah petani. Peluang dari kegiatan tersebut semakin dilirik oleh masyarakat setempat.

Pembudidaya ikan hias asal Ciawi Hidayatul Fahmi (39) menyebut, potensi usaha ikan hias di Bogor masih cukup besar. “Sejauh ini potensinya cukup besar, pemasarannya juga luas,” tandas lelaki yang sudah 10 tahun menggeluti usaha budi daya ikan hias saat ditemui di pameran Aquascape di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018) mengungkapkan

Fahmi mengembangkan budi daya ikan hias empat jenis yakni Balashark, Botia, Galaxy atau Ras Bora Galaxy. Permintaan terhadap keempat jenis ikan tersebut cukup tinggi. Terutama untuk ikan jenis Balashark. Balashark (Balantiocheilus melanopterus Bleeker) adalah ikan hias berukuran standar 25 cm.

Ikan tesebut bila dilihat dari jauh di dalam Aquarium mirip dengan hiu (shark) karena memiliki keunikan pada siripnya yang menyerupai ikan pemangsa tersebut. “Peminat Balashark ini tidak hanya lokal, tetapi juga internasional, sudah ada yang ekspor juga,” ungkapnya.

Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor ikan Balashark dari petani ikan asal Bogor ini seperti Filiphina, dan Malaysia. Pengiriman ke luar negeri yang dilakukan bisa sampai dua kali dalam sepekan. Sedangkan untuk pasar lokal saat ini meluas dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai contoh belum lama ini Hidayat mengirim pembelian ikan Balashark ke Jawa Timur yang memesan lebih dari satu sampai dua boks. Satu boks (kotak) berisi 100 ekor bibit ikan Balashark, yang dibungkus dalam tujuh plastik, jadi total ada 700 ekor. Harga satu ekor Rp4.000, jika dikalikan dua boks nominal yang didapat Rp5.600.000. “Ada yang membeli untuk diekspor lagi. Tetapi kalau kami bisa langsung ekspor,” kata Fahmi.

Fahmi dan sejumlah pembudidaya ikan hias lainnya tergabung dalam perusahaan produksi ikan hias dan aquscape Mina Akuatik Nusantara yang merupakan binaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Perusahaan ini berlokasi di Ciampea, Kabupaten Bogor.

Selain bekerja untuk perusahaan tersebut, Fahmi juga memiliki kios di pusat penjualan ikan hias Laladon yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. “Budi daya ikan hias Kabupaten Bogor cukup dikenal, kami juga punya punya pusat penjualan ikan hias yang didirikan oleh pemerintah,” tandasnya.

Sebanyak 12 perusahaan minapolitan binaan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya mempamerkan produksi dalam kegiatan rapat koordinasi bantuan pemerintah 2018. (Ant)

Lihat juga...