BPBD Inventarisasi Lokasi Rawan Longsor di Agam
LUBUKBASUNG, SUMBAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendata lokasi rawan tanah longsor yang berdampak menimbun permukiman warga setempat dalam meminimalisir korban jiwa.
“Pendataan ini telah kami lakukan dengan menurunkan tim berjumlah empat orang pada pertengahan Januari 2018,” kata Kepala BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaann BPBD Agam, Yunaldi di Lubukbasung, Sabtu.
Ia mengatakan, pendataan daerah rawan longsor itu dilakukan di Kecamatan Malalak, Baso, Sungaipua, Palupuh, Palembayan, Tanjungraya, Ampekkoto dan Canduang.
Daerah yang didata itu merupakan lokasi peemukiman warga yang berpotensi mengenai warga.
Setelah didata, tambahnya, maka daerah rawan longsor itu akan dipasang alat deteksi dini pergerakan tanah sebanyak empat unit Alat itu merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Sumbar pada 2018.
“Sebelum alat ini dipasang, tim dari BPBD Sumbar akan meninjau ulang lokasi itu,” katanya.
Dengan pemasangan alat itu, diharapkan korban jiwa akibat tertimbun longsor dapat meminimalisir, karena sebelum longsor terjadi, alat tersebut akan berbunyi dan warga bisa menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
Ia menambahkan, pada 2016 Pemkab Agam juga mendapatkan alat deteksi dini pergerakan tanah sebanyak dua unit. Alat tersebut dipasang di Marambuang, Kecamatan Palembayan dan Tanjungraya.
Selain itu, juga mendapatkan bantuan alat deteksi dini tsunami sebanyak delapan unit yang dipasang di Kecamatan Tanjungmutiara.[ant]