Anies Tandatangani MOU Produk Ungulan Antar Daerah
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani kesepakatan bersama peningkatan perdagangan komoditas dan produk unggulan antara daerah. Penandatanganan dilakukan dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2/2018).
Anies menyebut, penandatanganan kerjasama tersebut merupakan wujud dukungan terhadap peningkatan kerjasama antar daerah di bidang perdagangan. “Jadi di kesempatan ini kami mendatangani MoU dengan beberapa provinsi untuk mensuplai kebutuhan di Jakarta dari mulai pertanian hingga ekonomi kreatif,” ungkap Anies usai Rakernas.
Mengenai ruang lingkup kesepakatan yang ditandatangani, masing-masing pihak secara bersama menjalanlan fungsi pertukaran informasi komoditas dan produk unggulan perdagangan. Masing-masing pihak juga akan mengupayakan peningkatan nilai transaksi perdagangan, meliputi bidang Pertanian, Perkebunan, pertenakan, perikanan, industri, kehutanan, pertambangan dan ekonomi kreatif.
Penandatanganan kerjasama tersebut bagi Anies menjadi sangat penting karena kedepannya dibutuhkan untuk menunjang kehidupan warga di kota megapolitan seperti Jakarta. “Bagi ibukota kerjasama antar daerah sangat penting, karena banyak kebutuhan yang bisa disuplai dari daerah lain, sehingga kita tidak perlu mendatangkan produk dari luar,” tandasnya.
Dengan kondisi tersebut, syarat utama yang harus dipenuhi untuk menunjang suplai perdagangan tersebut adalah efisiensi. Hal tersebut untuk menekan biaya pengiriman barang ke Jakarta. Dengan adanya perdagangan antar daerah yang lancar akan berdampak pada penyiapan infrastruktur yang lebih memadahi.
Sebelumnya, Anies Baswedan melakukan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang. MoU bersama Bupati Achmad Zaki Iskandar berisi kesepakatan menjamin ketersediaan air minum di Jakarta. Kerjasma yang dilakukan memiliki kurun waktu hingga 20 tahun.
Melalui perjanjian tersebut Pemkab Tangerang melalui PDAM Tirta Kerta Raharja mensuplai air bersih untuk warga DKI Jakarta. Volume pasokan yang diterima mampu untuk memenuhi 16 persen dari kebutuhan warga DKI. Sebelumnya, daerah penyangga tersebut hanya mensuplai sekira separuh dari volume yang telah ditandatangani kesepakatannya tersebut.
Suplai air dari Tangerang didistribusikan untuk Jaksel dan Jakbar yang merupakan wilayah berbatasan langsung dengan Tangerang. “Perjanjian dilakukan sejak sekarang untuk melayani generasi penerus. Selama ini wilayah Tangerang telah memberikan dampak yang signifikan dalam menyediakan air bersih di Jakarta,” ujar Anies.
Dirut PAM Jaya Erlan menambahkan melalui kerja sama tersebut, Tangerang mempunyai kewajiban meningkatkan pasokan air lebih banyak dari sebelumnya. “Pasokannya berkisar 2.675 liter/deti,” pungkas Erlan.