Angin Puting Beliung 12 Knot Berpotensi Terjadi di Sumbar

Editor: Irvan Syafari

PADANG — Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Minangkabau, Budi Iman Samiaji mengatakan saat ini kecepatan angin di sejumlah wilayah di Sumbar maksimumnya 12 knot atau 20-22 kilometer per jam .

Ia menyebutkan, dengan adanya kondisi yang demikian, wilayah Sumbar bisa saja memiliki potensi terjadi angin puting beliung.

“Angin kencang ini terjadi di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkapnya, Senin (12/2/2018).

Ia menjelaskan, penyebab terjadi angin kencang adanya perbedaan suhu antara darat dan laut. Perbedaan suhu udara itu, terlihat di siang harinya yang mencapai angka di atas 30 derajat celcius.

“Jadi perbedaan suhu udara ini lah yang menyebabkan terjadinya angin kencang,” ucapnya.

BMKG memperkirakan kondisi angin kencang diperkirakan akan berlangsung selama Februari 2018 ini. Akan tetapi untuk angin kencang lebih dominan terjadi di siang harinya.

Selain itu, Budi juga mengatakan meski terjadi suhu udara cukup tinggi saat ini, namun untuk potensi hujan tetap ada di sejumlah daerah di Sumbar.

Potensi hujan akan terlihat dominan pada malam hari dengan intensitas ringan dan dengan waktu hujan yang turun terbilang cukup singkat.

Sementara itu, seorang warga yang kebetulan ada di kawasan Kantor Gubernur Sumbar, Boby menyaksikan terjadinya angin kencang, yang membuat daun-daun pohon yang berguguran itu.

Daun-daun itu kemudian terbang hingga ke udara. Apa yang dilihatnya mirip dengan terjadinya angin puting beliung.

“Hal ini jarang saya lihat. Apa itu angin puting beliung ya,” ucapnya, yang sontak kaget melihat kondisi tersebut.

Ia mengaku beberapa hari terakhir ini, suhu udara di Kota Padang terasa panas. Dan terkadang terjadi angin kencang, lalu pada malam hari ada turun rinai.

Lihat juga...