12.000 Mobil Wisatawan Terlantar di Pelabuhan Hainan

Ilustrasi Peta Wilayah Cina-Foto: Dokumentasi CDN

BEIJING – Lebih dari 12 ribu mobil wisatawan yang berlibur Tahun Baru Imlek telantar di Pelabuhan Haikou, Pulau Hainan, China, Jumat (23/2/2018). Mereka adalah wisatawan yang terjebak di pelabuhan karena pelayaran di Selat Qiongzhou dihentikan akibat kabut tebal sejak Rabu (21/2/2018) lalu.


Sementara harga tiket pesawat dari Hainan menuju Beijing disebut-sebut tidak terjangkau oleh para wisatawan yang hendak mengakhiri liburannya selama sepekan tersebut.

Wisatawan dari Provinsi Shandong Zhao Xu mengatakan, tidak yakin Jumat (23/2/2018) malam bisa meninggalkan pulau di selatan daratan Tiongkok tersebut. Hal itu dikarenakan panjangnya antrean kendaraan bermotor di Pelabuhan Haikou. Tiga anggota keluarganya mengisi liburan Imlek di Hainan dan terjebak kemacetan panjang di tiga pelabuhan penyeberangan di Haikou sejak Rabu (21/2/2018).

Selama dua malam terakhir  Zhao Xu dan keluarganya terpaksa tinggal di hotel. “Ini pertama kalinya kami liburan di pulau ini. Ini pengalaman luar biasa, tapi kami tidak tahu kapan sampai rumah,” ujarnya.

Aktivitas pelayaran di Selat Qiongzhou yang menghubungkan Provinsi Hainan dan Provinsi Guangdong dihentikan sejak Rabu (21/2) malam akibat kabut tebal. Pelabuhan kembali dibuka pada Kamis (22/2/2018) pagi setelah jarak pandang memungkinkan untuk pelayaran.

Hingga Jumat pagi sudah 21.000 mobil dan 102.000 penumpang telah berhasil diseberangkan. Kepala otoritas Pelabuhan Haikou Liu Dong mencatat bahwa 90.000 unit mobil yang mengangkut sekitar 400.000 penumpang telah tiba di Hainan selama musim libur Imlek pada 15-21 Februari 2018.

Hainan yang memiliki pantai berpasir putih termasuk 10 tujuan favorit wisata domestik China. Selama libur Imlek tahun ini Hainan dikunjungi 5,67 juta wisatawan atau naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, harga tiket dari dua bandar udara di Hainan, yakni Haikou dan Sanya, tujuan Beijing mencapai 10.000 hingga 12.000 RMB (Rp21 juta hingga Rp25,2 juta) selama musim liburan Imlek. Namun dua maskapai penerbangan, China Southern Airlines dan Hainan Airlines, membantah menaikkan tarif tersebut. “Itu harga tiket untuk kelas utama dan kelas bisnis,” kata staf maskapai penerbangan.

Menurut mereka, tiket kelas ekonomi telah habis terjual sehingga menyisakan kelas utama dan kelas bisnis tanpa ada potongan harga. Namun maskapai tersebut tidak menampik adanya harga tiket yang mahal dengan alasan terbatasnya penerbangan langsung dari Hainan ke Beijing. (Ant)

Lihat juga...