Wisata Akar Pohon Purba Mulai Populer di Bali
GIANYAR — Pulau Bali tidak hanya terkenal dengan wisata pantainya. Dibeberapa wilayah di pulau ini banyak menawarkan wisata alternatif lainnya seperti wisata sawah (subak), air terjun dan beberapa wisata gunung atau bukit.
Di antara sekian banyak tempat wisata alternatif itu, di sebuah Desa di Gianyar terdapat wisata akar pohon purba yang menarik wisatawan untuk berswa foto. Wisata ini bernama wisata Munduk Sari terletak di desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar.
Nyoman Endra, salah seorang pengelola wisata ini mengatakan, wisata ini dibuka pertama kali tanggal 12 Oktober 2017.
“Awal mulanya salah satu keluarga saya melihat wisata semacam ini di wanagiri Tabanan. Wisata di sana terdapat akar pohon yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Nah kita ini kisahnya belajar memanfaatkan potensi lingkungan seperti mereka,” ujar Endra saat ditemui di lokasi, Minggu (7/1/2018).

Ia menambahkan, akar tumbuhan ini merupakan akar yang berasal dari pohon Taep (berasal dari bali) yang mengakar hingga keluar pinggir tebing sehingga menjadikan keunikan sendiri bak lukisan alam yang nyata.
“Sementara luas kebun ini sekitar setengah hektare. Ini merupakan tempat wisata milik usaha keluarga. Akar pohon sudah ratusan tahun,” imbuhnya.
Wisata Munduk asri ini menjadi salah satu wisata yang sudah tren atau hits di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara karena menjadi salah satu tempat berswa foto di Bali.
Jika hati libur wisatawan yang berkunjung ke tempat ini mencapai seribu orang lebih. Sedangkan untuk hari biasa wisatawan yang datang ke tempat mencapai sekitar 200-an.
Erni Nurhamidah, salah satu wisatawan asal Malang mengaku, baru pertama kali liburan ke tempat ini. Bersama dengan temennya ia rela datang jauh-jauh dari salah satu kota di Jawa timur ini hanya untuk bisa berswa foto di tempat ini.
“Saya tahu tempat wisata ini dari media sosial, kok bagus ya,” ujar wanita asal Kepanjen Malang.
Untuk menuju ke wisata ini tidak sulit, hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Denpasar atau sekitar 2 jam perjalanan. Sementara untuk tiket masuk relatif cukup murah, hanya sebesar tujuh ribu di hari biasa sedangkan untuk hari libur menjadi sepuluh ribu rupiah.