Usaha Jus Buah Warga Bakauheni Ini Raup Puluhan Juta Rupiah
LAMPUNG — Wilayah Kecamatan Bakauheni yang terkenal sebagai lokasi produksi buah lokal, seperti jambu, alpukat serta buah naga. Ketersedian beragam buah lokal mendorong salah satu warga Bakauheni membuka usaha penjualan minuman jus buah di pusat wisata kuliner Menara Siger.
Lokasi strategis sekaligus bahan baku yang melimpah buah membuat usaha dalam bidang kuliner tersebut terus bertahan selama beberapa tahun. Usaha kecil ini menyatu dengan sejumlah usaha kecil bidang kuliner lain di antaranya penjualan roti bakar, jus buah dan berbagai makanan tradisional lain dengan sistem satu kawasan sebagai kawasan kuliner.
Ena Juanda (23) warga Bakauheni menyebut usaha jus buah tersebut dilakukan setelah melihat peluang banyaknya permintaan dari masyarakat terutama anak anak muda kekinian yang ingin menikmati minuman menyegarkan yang terbuat dari buah dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.
Ketika ia merintis usaha jus buah belum banyak mendapat kompetitor. Pada saat pertama dibuka dalam sehari dirinya hanya berhasil menjual jus buah sebanyak 300 gelas ukuran 250 militer.
“Awalnya memang belum banyak dikenal tapi karena banyak pelajar yang membeli lalu mengunggah di media sosial membuat usaha penjualan jus buah yang saya kelola mulai banyak peminat dari kalangan anak anak hingga orang dewasa,” papar Ena Juanda di lokasi wisata kuliner Menara Siger Bakauheni saat ditemui Cendana News tengah melayani salah satu pembeli, Selasa (2/1/2018)
Salah satu kunci suksesnya usaha penjualan jus buah tersebut diakuinya dengan penggunaan buah segar yang didatangkan dari perkebunan lokal masyarakat.
Pembeli bisa memilih jenis buah yang dibuat jus dengan cara diblender menggunakan alat khusus. Jus buah yang dibuat oleh Ena habis terjual dalam sehari. Semenjak semakin dikenal ia mampu menjual jus buah dalam kemasan gelas minimal 400 cup atau gelas pada saat hari biasa dan saat liburan kerap bisa menjual hingga 700 cup dalam sehari.
Pada hari biasa dengan sebanyak 400 cup dengan harga jual Rp5.000 dirinya bisa memperoleh omzet dari berjualan jus berbagai buah sebesar Rp2 juta dalam sehari. Sementara saat libur dia bisa menjual sekitar 700 gelas. Dengan penjualan itu dirinya bisa memperoleh omzet sebesar Rp3,5juta per hari.
Omzet itu dipergunakan untuk menutupi biaya sewa lahan perlapak sebesar Rp800 ribu perbulan atau sebesar Rp9,6 juta. Biaya sewa tersebut diakuinya dibayarkan ke pengelola tempat wisata Menara Siger Bakauheni.
Peluang bisnis penjualan jus buah disebutnya merupakan salah satu bentuk usaha memanfaatkan potensi hasil pertanian lokal.
Selain mengembangkan menu jus buah dalam waktu dekat dirinya akan mengembangkan penjualan jus sayuran di antaranya brokoli, wortel dan berbagai sayuran lain yang banyak disukai oleh masyarakat penyuka sayuran atau vegetarian. Usaha tersebut disebutnya ikut menyokong usaha kuliner lain miliknya berupa roti bakar serta berbagai minuman lain.
Total Ena meraup omzet sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta per bulan. Dirinya menyebut membuka gerai berjualan jus buah yang dibuka setiap hari sejak pukul 10:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB.
Bahan baku buah segar tersebut diakuinya dibeli dengan sistem kiloan dari sejumlah petani yang menyiapkan buah segar dengan harga bervariasi di antaranya alpukat dengan harga Rp20.000 per kilogram, jambu Rp10.000 per kilogram, mangga Rp15.000 per kilogram serta berbagai jenis buah lain dengan harga Rp10.000 per kilogram.
Sebagai salah satu pemilik usaha kuliner ia dan beberapa pedagang lain bahkan rutin melakukan kegiatan arisan mingguan dengan anggota sebanyak 10 orang dengan iuran sekitar Rp200 ribu yang dipergunakan oleh anggota untuk menambah modal usaha.
Ena Juanda menyebut dirinya juga berharap mencari lokasi strategis lain yang bisa dipergunakan untuk berjualan tanpa harus menyewa lokasi sehingga usaha kecil miliknya bisa dikembangkan dengan biaya operasional yang bisa ditekan.
