Tahun Baru Penjualan Ayam Potong di Maumere, Sepi
MAUMERE – Harga ayam potong di beberapa pasar di kota Maumere, termasuk pasar terbesar di kabupaten Sikka, yakni pasar Alok, masih bertahan di kisaran Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per ekor, tergantung besar kecilnya ayam.
“Untuk ukuran terkecil seberat sekitar 2 kilogram harganya masih tetap stabil 70 sampai 75 ribu rupiah, sementara ayam dengan berat sekitar 3 kilogram dijual seharga 100 ribu rupiah seekor,” ujar Agustina Balundung, salah seorang pedagang ayam, Senin (1/1/2017) sore.

Saat ditanyai Cendana News terkait penjualan ayam potong saat menjelang akhir tahun 2017, Agustina mengatakan, penjualan ayam potong di los miliknya dan para pedagang lainnya mengalami penurunan drastis.
“Kemarin saat jelang tutup tahun kami buka los hingga sore hari dan cuma terjual 100 ekor saja, padahal sebelumnya dalam sehari bisa terjual minimal 200 ekor ayam. Ini yang membuat stok ayam di los saya masih sisa 200 ekor,” ungkapnya.
Sementara itu, Mulyati, pedagang ayam potong lainnya yang ditemui di pasar Alok pun mengaku hanya menjual 80 ekor ayam potong saja di akhir 2017 dari sebelumnya sebanyak lebih dari 150 ekor dalam sehari.
“Biasanya tahun sebelumnya saat mendekati malam pergantian tahun baru kami bisa jual sampai 150, bahkan bisa sampai 200 ekor lebih tapi tahun ini penjualan ayam potong sepi sekali,” tuturnya.
Selain itu, saat hari raya Natal, kata Mulyati, penjualan ayam potong juga nasibnya sama. Saat Natal dirinya hanya mampu menjual 60 ekor ayam saja, menurun drastis dibandingkan hari raya Natal tahun sebelumnya yang bisa mencapai 100 ekor lebih dalam sehari.
“Saya bingung, jumlah penjual ayam tidak bertambah dan harganya juga hampir sama dengan tahun sebelumnya, tetapi kenapa tahun ini penjulan bisa turun setengahnya?” sebutnya.
Bahkan, lanjut Mulyati, awal tahun baru pun penjualan ayam potong bisa sampai 50 ekor. Namun, saat ini dari pagi hingga sore dirinya hanya mampu menjual ayam sebanyak 20 ekor saja. Pembeli pun sangat sepi sehingga banyak pedagang yang terpaksa menutup losnya saat tengah hari.
Frederikus Nong, salah seorang pembeli yang ditemui di pasar Alok mengakui, harga jual ayam potong yang mencapai angka 70 ribu seekornya membuat pembeli seperti dirinya lebih memilih membeli ikan Cakalang untuk dibakar saat malam pergantian tahun.
“Biasanya kalau malam pergantian tahun saya dan teman-teman bisa membeli 5 ekor ayam potong untuk dibakar, tapi kemarin malam dan nanti malam kami lebih memilih membeli ikan Cakalang. Harga ikan berukuran besar cuma 70 ribu rupiah,” terangnya.
Kalau membeli ikan Cakalang, jelas Fredi, sapaannya, hanya butuh paling banyak 2 ekor saja untuk dimakan bersama teman-temannya sebanyak belasan orang saat merayakan malam Natal dan tahun baru. Ini dirasa lebih hemat pengeluaran di tengah melonjaknya harga ayam potong.
“Biasanya harga ayam potong paling mahal 50 ribu rupiah seekor, tapi sekarang bisa naik setengah dari harga sebelumnya sehingga kami lebih memilih membeli ikan saja. Uang kami pun terbatas, sebab harus membeli makanan dan minuman juga,” pungkasnya.