LAMPUNG — Arus liburan tahun baru 2018 di pelabuhan penyeberangan Bakauheni terus mengalami peningkatan pada penumpang dengan menggunakan kendaraan, penumpang dengan kendaraan roda dua, penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan.
Anton Murdianto, General Manager PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung, semula memprediksi puncak arus balik liburan memang akan terjadi pada Senin sore (1/1/2017) hingga malam.

Dampak dari arus kecang tersebut yang membuat KM Menggala terbawa arus, sehingga selanjutnya diarahkan ke dermaga tujuh Pelabuhan Bakauheni dan dilakukan proses bongkar.
“Kapal Menggala akan kita bongkar anchorkan, agar jadwal kapal bisa berjalan kembali dengan normal, dan ini berimbas pada penumpang dari darat yang akan melakukan perjalanan ke pelabuhan Merak pada liburan tahun baru ini, karena arus kedatangan penumpang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa terus berdatangan dari beberapa kota di Lampung,“ terang Anton Murdianto, saat dikonfirmasi di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Senin (1/1/2018)
KM Menggala tersebut selain mengalami gagal sandar juga nyaris menabrak fender di dermaga dua Pelabuhan Bakauheni, sehingga selanjutnya kapal Menggala yang mengalami keterlambatan jadwal terpaksa “dikeluarkan” dari lintasan sebagai bentuk “punishment” terhadap kapal yang diduga selain mengalami gangguan pada kondisi cuaca serta gangguan teknis pada mesin kapal tersebut.
Peristiwa gagal sandar selama hampir satu jam tersebut bahkan berimbas pada pengalihan penumpang pejalan kaki yang semula sudah berada di gangway dermaga tiga Pelabuhan Bakauheni dan berimbas penumpukan penumpang pejalan kaki di ruang tunggu pembelian tiket.
Meski pelayanan telah berganti ke kapal selanjutnya, KM Munic Line, namun penumpang di KM Menggala harus diturunkan di dermaga tujuh Pelabuhan Bakauheni Lampung, agar penumpang tidak terkatung-katung di atas kapal.

Arus puncak libur tahun baru 2018, menurut Anton Murdianto, sudah mulai mengalami kenaikan signifikan, di antaranya penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi.
Berdasarkan rekapitulasi data harian posko Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Anton Murdianto menyebut, masih ada sekitar 5.000 penumpang pejalan kaki yang belum kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.
“Sesuai prediksi memang akan mengalir pada malam ini, sehingga kita lakukan antisipasi dengan penambahan loket penjualan tiket pejalan kaki dan kendaraan,” beber Anton Murdianto.
Hingga pukul 15:00 WIB pada 1 Januari 2017 Anton Murdianto menyebut jumlah total penumpang yang sudah diseberangkan ke Pulau Jawa berjumlah sebanyak 475.682 orang, dengan perincian jumlah penumpang dalam kendaraan sebanyak 379.074 dan penumpang pejalan kaki sebanyak 96.608 orang di antaranya penumpang dewasa sebanyak 91.468 dan penumpang anak anak sebanyak 5.140.
Selain penumpang, ia menyebut jumlah kendaraan roda dua yang sudah diseberangkan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa sebanyak 24.924 unit, kendaraan roda empat sebanyak 46.258 unit dan kendaraan truk sebanyak 26.887 dan kendaraan roda empat atau lebih 77.395 unit.
Antisipasi kepadatan kendaraan, ia menyebut total kapasitas parkir di pelabuhan Bakauheni mampu menampung 5.160 kendaraan di dalam pelabuhan berupa parkir area blok A dan B mampu memuat sebanyak 660 unit kendaraan campuran, area C dan D sebanyak 640 unit kendaraan campuran dan area blok G,H,I sebanyak 1.200 unit kendaraan dan area blok J mampu menampung 400 unit kendaraan.
“Selain area parkir untuk mengatasi kemacetan disediakan juga ruang tunggu berdaya tampung 1.000 orang dan ruang tunggu bawah dan ruang tunggu atas dengan daya tampung 1.750 orang,” cetus Anton Murdianto.
Anton Murdianto juga menyebut, dominasi penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang menyeberang ke Pulau Jawa terjadi karena sebagian warga yang berasal dari Pulau Jawa dan berlibur ke Pulau Sumatera kembali ke Pulau Jawa sebab pada Selasa (2/1/2018) sejumlah pegawai negeri sipil dan pegawai swasta sudah kembali bekerja.
Pantauan Cendana News di sejumlah dermaga Pelabuhan Bakauheni beberapa area parkir terlihat dipenuhi oleh kendaraan berbagai jenis didominasi kendaraan roda dua, kendaraan pribadi dan kendaraan truk sementara penumpang pejalan kaki menggunakan fasilitas gangway Dermaga 1, 2 dan dermaga 3.