Semangat Petani Kunci Stabilitas Produksi Padi Nasional
YOGYAKARTA — Pertanian di Indonesia sudah berhasil meningkatkan hasil produksi padi secara nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mencatat, keberhasilan tersebut telah membuat Indonesia mengalami surplus produksi beras.
Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian Muhammad Syakir menyebut, Indonesia mampu mencapai surplus beras dan menghentikan kran impot selama tiga tahun terakhir. Agar swasembada tersebut dapat terus berlangsung, perlu upaya menjaga stabilitas produksi padi nasional.
Salah satunya adalah dengan menjaga semangat petani agar dapat terus menanam padi dan memaksimalkan hasil produksi. Jangan sampai semangat petani menurun sehingga akan mengganggu atau mempengaruhi produksi padi secara nasional.
“Spirit petani harus dijaga. Karena jika spirit petani rendah, akan dapat mengganggu produksi padi secara nasional,” kata Syakir saat melakukan panen raya padi di Bulak Samben Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul, Senin (8/1/2018).
Untuk menjaga spirit atau semangat petani tersebut, pemerintah dikatakannya akan terus melakukan berbagai upaya guna mendukung hasil produksi petani maksimal. Mulai dari menyiapkan infrastruktur seperti memperbaiki saluran irigasi agar petani dapat menanam padi setiap saat.
Mendorong evisiensi biaya maupun waktu produksi dengan pemberian bantuan alat mesin pertanian seperti traktor, alat panen maupun alat tanam kepada para petani. “Ke depan bantuan bahkan tidak hanya kita berikan untuk tanaman pangan saja. Namun juga untuk tanaman holtikutura maupun perkebunan juga akan kita diberikan bantuan,” katanya.
Upaya menjaga semangat petani juga dilakukan dengan penerapan inovasi teknologi pertanian, berupa penggunaan varietas bibit unggul, ataupun penerapan sistem jajar legowo. Salah satu hal terpenting lainnya agar semangat petani tetap tinggi, adalah memberikan kepastian hasil panen petani dapat terjual dengan harga tinggi.
“Harga beras harus dijaga. Sehingga tidak jatuh. Bulog yang akan berperan dalam menyerap gabah petani. Sehingga saat harga jatuh petani tidak merugi dan tetap semangat menanam padi. Sementara saat harga tinggi bulog dapat melakukan stabilisasi sehingga konsumen juga tidak dirugikan. Kuncinya agar spirit petani tetap tinggi adalah dengan memberikan kepastian,” katanya.