Rumah Belanda, Penulis Biografi Menguak Misteri Kematian

JAKARTA – Apa yang terlintas di benak kita jika mendengar rumah Belanda? Tentu kesannya rumah tua peninggalan zaman Belanda yang dulu pernah menjajah 3,5 abad. Kemudian, terbayang keseraman karena rumah Belanda itu suwung, kosong, ditinggal pergi penghuninya seiring penjajahan Belanda berakhir. Lalu, film ‘Rumah Belanda’ tentu tak jauh dari itu, apalagi memang mengusung genre horor.

Kisahnya tentang Raya yang diperankan aktris Kelly Tandiono, seorang penulis yang mendapatkan pekerjaan menulis buku biografi dari jutawan kaya bernama Hilda (Aida Nurmala yang juga pernah bermain di film ‘Arisan’, ‘Jamila dan Sang Presiden’). Hilda meminta Raya untuk menulis biografi Aline, atas permintaan khusus dari ibunya. Kemudian, Raya datang langsung untuk menemui ibunya Hilda di pemakaman Belanda.

Dari sini sebenarnya sudah ada keanehan, mengapa tidak menemuinya di rumah tapi di pemakaman. Apalagi, pada saat diwawancara untuk awal penulisan buku biografi tampak ibunya Hilda bicaranya tak terkontrol, dan kemudian menjerit histerius ketakutan. Seperti ada trauma yang begitu mendalam dideritanya.

Tanpa curiga Raya terima saja pekerjaan menulis buku biografi. Mengajak dua anaknya Rina (Grace Salsabila) dan Icha (Atiyah Shahab), Raya menuju ke sebuah Rumah Belanda seperti yang dijanjikan Hilda agar Raya lebih konsentrasi dalam menulis buku biografi. Raya yang punya pemikiran logis tentu tak percaya pada hal-hal mistis sehingga ia tampak tenang-tenang saja.

Raya dan kedua anaknya itu diantar oleh Dani (Agung Udijana) suami Raya yang sebenarnya sedang pisah ranjang, tapi demi anak-anak Dani mau mengantar. Begitu sampai Rumah Belanda, Dani curiga karena ia melihat ada bangkai kucing yang dikerubuti belatung, yang itu pertanda buruk. Lagi-lagi, Raya menyangkal hal-hal mistis yang tentu tak sejalan dengan pemikirannya yang logis.

Awalnya memang Raya bisa berkonsentrasi dengan mendapatkan banyak data yang bisa diolah untuk dituliskan. Tapi, ternyata ia malah mendapatkan gangguan-gangguan dari makhluk halus. Seorang anak kecil yang sering menampakan diri.

Pada awalnya Raya yang selalu berpikiran logis, tidak percaya dengan gangguan hantu anak kecil itu, sampai suatu saat Raya bertemu dengan Suryana, seorang kepala desa yang cukup banyak tahu tentang Rumah Belanda.

Seiring berjalannya waktu, gangguan makhluk halus itu semakin lama semakin frontal, bahkan membahayakan. Semua itu terpicu dari sebuah informasi yang diterima Raya dari sosok anak kecil. Sampailah Raya pada kesimpulan yang mengungkap kenyataan pahit yang terjadi pada masa lalu di rumah Belanda itu.

Terkuaklah kisah, Van Willem, seorang warga keturunan Belanda, memiliki anak gadis bernama Adeline. Van Willem tipe orang yang perfeksionis. Ia menginginkan anak gadisnya mendapat pasangan seperti dirinya, sama-sama keturunan Belanda. Ternyata Adeline menjalin hubungan dengan Eros, yang tentu tidak disetujui Van Willem. Karena cinta, Adeline menikah dengan Eros, tapi kemudian Adeline meninggal setelah melahirkan Aline dan Alice.

Kisah terkuak lebih lanjut, suatu kejadian yang tidak terduga terjadi di masa lalu. Saat Aline dan Alice sedang bermain, tanpa sengaja Aline memecahkan guci abu milik istri Van Willem yang membuat murka. Alice melindungi adiknya agar mengaku, namun Alice malah tewas tanpa sengaja. Van Willem menyembunyikan mayatnya di sebuah tempat, lalu karena stres ia mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Raya yang mengetahui rahasia ini tak luput dari data-data yang ditemukan, ia juga mendapat amuk dari makhluk halus yang ditengarai hantu Van Willem.

Dari peristiwa itu, Raya jadi tahu apa maksud Aline menyuruhnya menulis buku biografi di Rumah Belanda, yaitu agar ia dapat mengungkap rahasia dan menemukan mayat kakaknya yang dikubur oleh Van Willem. Tapi bagaimana ia dapat menemukan mayat kakaknya, sementara makhluk halus semakin agresif mengganggu? Lalu, bagaimana ia dapat menyelesaikan penulisan buku biografi di tengah teror hantu yang sangat mengganggu konsentrasi menulis?

Film produksi Apollo Pictures ini cukup seram, mencekam dan menegangkan. Sutradara Hedy Suryawan yang juga menyutradarai film ‘Keluarga Tak Kasat Mata’ dan ‘Rock N Love’, cukup serius menggarap. Meski kadang kedodoran dan kurang mendetail. Beberapa adegan kurang daya seram.

Aktris KellyTandiono cukup baik aktingnya. Tampak ada usaha untuk menjiwai peran sebagai penulis buku biografi yang serius. Meski tak melebur diri dalam karakter yang dilakoni.

Adapun Aida Nurmala terkesan kaku akting. Ia belum melebur dalam karakter yang dijiwai. Dialog-dialognya seperti menghapal dan terkesan seperti dialog dalam drama telenovela. Ia ingin menunjukkan diri sebagai jutawan kaya tapi terkesan baru artifisial saja.

Terlepas dari itu semua, kita tetap memberi apresiasi. Kejelian mengangkat fenomena keangkeran rumah Belanda patut diapresiasi. Mengingatkan kita pernah dijajah Belanda dan rumah yang dihuni ditinggal begitu saja. Kesan rumah Belanda memang menyeramkan.

Adegan ilm Rumah Belanda. Foto: Istimewa/Dok PH Apollo Pictures
Lihat juga...