Remaja Lulusan SMK di Yogyakarta Ciptakan Robot Dinosaurus
YOGYAKARTA – – – Seorang remaja berusia 18 tahun asal Yogyakarta menciptakan animatronik atau robot mekanik menyerupai binatang dinosaurus T-Rex dari bahan-bahan seadanya. Robot animatronik hasil karya alumni sebuah SMK tersebut bahkan dinilai memiliki kemampuan lebih baik dibanding produk buatan luar negeri.
Selain mampu berjalan dengan kedua kaki tanpa menggunakan roda sama sekali, robot animatronik buatan Muhammad Iqbal Firmansyah, warga RT 56 RW 14 kampung Purbayan Kotagede Yogyakarta ini juga mampu menggerakkan ekor, kepala serta mengedipkan kedua matanya. Bahkan robot ini juga mampu mengeluarkan suara layaknya dinosaurus asli.
“Animatronik ini sengaja kita buat semirip mungkin dengan aslinya. Setahu saya, selama ini produk animatronik dari luar negri belum ada yang bisa berjalan dengan kedua kaki. Karena biasanya menggunakan roda. Tapi ini kita buat bisa berjalan langsung dengan kedua kaki,” ujar Iqbal, Sabtu (20/1/2018).

Dengan berat sekitar 25 kilogram, panjang 2 meter dan tinggi 1,25 meter, robot animatronik ini mampu manarik beban hingga 50 kilogram. Iqbal sendiri memanfaatkan robot ini untuk mainan anak-anak di kampungnya dengan menjadikannya semacam dokar.
Digerakkan dengan tenaga aki bertegangan 45 ampere dan berdaya 12 volt, robot animatronik ini mampu bertahan untuk dioperasikan selama 30-40 menit. Robot dinosaurus tersebut mampu berjalan dengan kecepatan 10 kilometer per jam.
“Robot animatronik ini murni menggunakan sistim kerja mekanik. Yakni memanfaatkan motor listrik dari tenaga aki untuk menggerakkan gir box. Gir box inilah yang menggerakkan bagian tubuh baik kaki, ekor ataupun kepala dan mata,” tambah alumni jususan teknik kendaraan ringan kelahiran 3 Juli 1999 tersebut.
Memanfaatkan kerangka besi serta cover dari bahan silikon, busa serta karbonati, untuk bagian kulit, robot animatronik ini dikerjakan iqbal bersama 5 orang tim Jagatjaya Kreasi dalam waktu 2 bulan, dengan biaya sekitar Rp20juta. Iqbal sendiri merupakan konseptor atau sang pencetus ide.
“Awalnya saya dulu pernah liat robot animatronik semacam ini di mall. Tapi saat mau liat dan pegang tidak bisa karena dilarang. Akhirnya saya berkeinginan untuk membuatnya sendiri. Biar anak-anak kecil seperti saya bisa lihat dan mengetahui secara langsung sekaligus belajar mengenal robot semacam ini,” katanya.
Iqbal yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Sholeh Jamdani, (42) dan Riana Lestari (48), ini memang bukan orang berkecukupan. Ia bahkan tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan dana. Namun ia membuktikan mampu berkreasi dan berkarya secata nyata.
“Robot animatronik ini belum sepenuhnya jadi 100 persen. Saya masih ingin mengembangkannya dengan memberikan sensor sehingga mampu mendeteksi dan berbelok otomatis jika jalur di depannya ada halanhan,” katanya.
Iqbal sendiri mengaku tak menyangka jika karya buatannya itu mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Ia bahkan langsung dihubungi pengelola wahana hiburan seperti Taman Pintar Yogyakarta dan sebuah wahana permainan di Jawa Timur yang tertarik untuk memanfaatkan produknya. Termasuk konsumen dari India.
“Awalnya ini hanya saya buat untuk dipakai sendiri. Agar anak-anak kampung bisa belajar dan mengenal robot animatronik. Tapi melihat respon yang luar biasa, tidak menutup kemungkinan nanti bisa berlanjut ke arah bisnis,” katanya.
Iqbal bersama timnya mengaku ke depan ingin membuat produk animatronik kedua berupa binatang berkaki 4 dengan perbandingan ukuran asli 1:1 sehingga menyerupai aslinya. Namun untuk sementara ia mengaku masih ingin menyempurnakan produk pertamanya terlebih dahulu.
“Saya hanya ingin buktian bahwa anak bangsa sebenarnya bisa membuat produk animatronik sendiri. Jadi tidak perlu impor dari luar negeri yang harganya jauh lebih mahal. Orang Indonesia juga harus bangga dengan produk sendiri. Karena sebenarnya kita mampu membuatnya,” pungkasnya.