JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah Papua untuk memantau dan mewaspadai wilayah-wilayah yang rawan mengalami kondisi luar biasa (KLB). Sebelumnya dilaporkan terjadinya KLB campak dan juga adanya gizi buruk di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Provinsi Papua.
Sampai dengan 8 Januari 2018 tercatat tujuh balita dirawat dengan gizi buruk di rumah sakit daerah setempat. Lima di antara balita gizi buruk tersebut tercatat positif terkena campak. Pada 9 Januari 2018 tercatat di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dua balita meninggal dunia, dan di Kota Agats tercatat 12 kasus campak dan tujuh kasus gizi buruk.
“Pemda harus terus melihat, selalu memantau, mengelilingi daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit dan gizi buruk,” kata Presiden Jokowi, di Stadion Utama GBK Jakarta, Minggu (14/1/2018) malam.
Presiden didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek, mengatakan medan di kawasan yang mengalami KLB itu sangat berat. Dibutuhkan perjuangan untuk bisa melakukan mobilitas di wilayah tersebut. “Kita lihat medan di sana sangat berat, contoh di Nduga, jalan ke Wamena saja empat hari, ke Asmat juga sama, lewat rawa, gunung, hambatan sangat berat dan biaya juga mahal,” katanya.
Menurut Jokowi, dengan kondisi seperti itu, pemda juga harus selalu memantau, mengelilingi daerah yang diperkirakan terjangkit penyakit atau banyak kasus gizi buruk. Untuk KLB campak di Papua disebutnya, tim dari Kementerian Kesehatan sudah dikirim ke daerah itu beberapa waktu lalu.
Pemda sudah tahu apa yang harus dilakukan jika ada kondisi KLB. “Tim dari Kemenkes juga terus dikirim dan pemda di sana juga ada rumah sakit. Penanganan yang terbaik adalah oleh daerah. Menteri sudah saya perintahkan untuk menangani kalau ada hal-hal yang luar biasa,” kata Presiden Jokowi lagi. (Ant)