BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, mengambil alih manajemen pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum PT Warbesrendi setelah mengakhiri kerja sama dengan perusahaan NV Waterleiding Maatscappij Drentem Belanda pada 2018.
“Pengakhiran kerja sama pengelolaan PDAM dengan perusahaan WMD Belanda sudah ditandatangani bersama antara Pemkab Biak Numfor dengan pihak perwakilan perusahaan air bersih Belanda di Biak,” ungkap Pelaksana Tugas Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap di Biak, Rabu.
Ia mengatakan, latar belakang pemutusan kerja sama pengelolaan air bersih dengan WMD Belanda berdasarkan rekomendasi hasil audit BPK untuk penyehatan keuangan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Alasan lainnya, kata dia, karena tidak mendapat bantuan pemerintah pusat terhadap Pemkab Biak.
Herry Naap mengatakan, selama kerja sama dengan perusahaan air bersih WMD Belanda, pihak Pemkab Biak Numfor sebagai pemilik modal dan aset tidak pernah mendapat pembagian keuntungan atau pembagian deviden perusahaan.
“Pemkab Biak Numfor menyampaikan terima kasih kepada manajemen WMD Belanda yang sudah membantu operasional pengeolaan air bersih dengan PT Warbesrendi,” ungkap dia.
Menyinggung pengelolaan PDAM PT Wasbesrendi, ia mengatakan, akan diserahkan ke Pemkab Biak Numfor hingga menunggu pergantian jajaran direktur.
“Pemkab Biak Numfor berencana mengalihkan pengelolaan PDAM di bawah Dinas Pekerjaan Umum. Ya ini nanti akan dibahas dengan jajaran manajemen PT Warbesrendi,” ujar dia.
Aktivitas pelayanan dan operasional PDAM PT Warbesrendi Biak hingga saat ini tetap berjalan normal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Biak Kota dan Distrik Samofa. (Ant)