PANDEGLANG – Bupati Pandeglang, Provinsi Banten, Irna Narulita, menyatakan kesiapannya merealisasikan penambahan areal tanaman pangan seluas 200.000 hektare (ha) pada 2018.
“Kami siap merealisasikan penanaman tanaman pangan 200 ribu ha pada 2018 dan saya optimis itu bisa diwujudkan,” katanya di Pandeglang, Jumat (5/1/2017).
Keyakinan itu, katanya, didasarkan masih banyak lahan tidur yang belum termanfaat di daerahnya dan potensial untuk pengembangan jagung.
Kementerian Pertanian, kata dia, mengharapkan agar Kabupaten Pandeglang memperluas areal penanaman komoditas pangan unggulan, yakni padi, kedelai, dan jagung. Daerah itu menjadi salah satu sentra pengembangan pangan nasional.
Menurutnya, dari 200 ribu ha penambahan areal pengembangan tanaman pangan itu, telah direncanakan untuk padi 100 ribu ha, jagung 50 ribu ha, dan kedelai 50 ha.
“Kami bisa realisasikan, apalagi selama ini kan juga didukung berbagai pihak, termasuk TNI. Program ini juga nanti akan memunculkan calon petani dan calon lahan baru untuk pengembangan,” ujarnya.
Pemkab Pandeglang menjadikan pertanian sebagai sektor utama dalam mendukung perekonomian daerah, selain pariwisata. “Produksi pertanian kita, terutama padi, jagung dan kedelai selama ini memang cukup bagus, namun diharapkan ke depan akan lebih baik lagi dan ini diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk perbankan,” ujarnya.
Jadi, katanya, keinginan Kementerian Pertanian agar Pemkab Pandeglang menambah areal pengembangan tanaman pangan 200 ribu ha, sejalan dengan program pemda.
“Kami memang terus berupaya mengembangan berbagai komoditas pertanian, dan memperluas areal penanaman komoditas unggulan, jadi keinginan Kementerian Pertanian itu memang sejalan dengan kami,” ujarnya.
Padi, jagung, dan kedelai merupakan komoditas pertanian yang selama ini terus ditingkatkan.
Pemkab Pandeglang akan berupaya mempertahankan predikat sebagai sentra produksi komoditas tersebut di Provinsi Banten. “Untuk mempertahankan predikat itu kami harus mampu meningkatkan produksi tiga komoditas tersebut atau minimal mempertahankannya, jangan sampai menurun, terutama padi,” katanya. (Ant)