Nelayan Tabanan tak Melaut Akibat Cuaca Buruk
TABANAN- Puluhan nelayan yang berada di kampung pesisir Pantai Yeh Gangga, Tabanan Bali, enggan melaut, lantaran cuaca buruk yang terus melanda pesisir barat Bali dalam beberapa hari terakhir.
Wayan Bawa, seorang nelayan menceritakan sudah hampir seminggu ia dan rekannya memilih untuk tidak bekerja ke tengah laut karena cuaca buruk. Menurutnya, cuaca buruk menyebabkan angin serta tingginya gelombang di tengah laut.

“Ketinggian ombaknya di tengah bahkan sampai 7 meter saat ini. Kami takut untuk melaut”, ucap kakek 65 tahun ini kepada Cendananews Senin, (15/1/2018).
Karena tak dapat melaut, ia beserta rekan lainnya memilih untuk melakukan aktivitas lain di darat, seperti memperbaiki jaring atau mesin perahu. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama tidak melaut, ia mengaku terpaksa meminjam ke beberapa tetangga maupun sanak keluarga dan koperasi lainnya.
“Jika memaksakan diri melaut, bukan tidak mungkin peralatan menangkap ikan, seperti jaring akan mudah rusak, perahu kami juga bakal rusak akibat dihantam gelombang atau ombak. Ya, mau gimana lagi kami mau tidak mau terpaksa tidak pergi kerja ke laut. Untuk mencukupi kebutuhan kami pinjam dulu ke tetangga atau pun ke koperasi milik desa. Sementara temen saya yang punya sawah atau ladang mereka enak masih ada garapan selama libur melaut”, bebernya.
Cuaca buruk yang melanda perairan Bali diduga disebabkan oleh badai siklon tropis. Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Sujabar, mengatakan, adanya siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut mengakibatkan terbentuknya pola belokan angin (shear) dan konvergensi di wilayah Indonesia.
“Siklon Tropis ini berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di atas 2 meter, hujan ringan hingga lebat, angin kencang dengan kecepatan 30 knot, maupun potensi puting beliung di beberapa kawan di pesisir barat dan selatan Pulau Bali”, ujar Sujabar, sembari mengimbau, masyarakat, khususnya para nelayan untuk tetap berhati-hati saat melaut.