Naiknya Harga Besi di Lamsel Berimbas Naiknya Biaya Pagar Rumah

LAMPUNG — Kenaikan harga besi hollow yang berbentuk pipa kotak dan sering dipergunakan dalam pembuatan pagar, pintu gerbang, kerangka kanopi, plafon ikut mempengaruhi biaya pembuatan pagar serta keperluan bangunan yang mempergunakan besi tersebut.

Harman (30), warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, menyebut kenaikan harga besi hollow mulai dari dimensi 15 x 30 x 0.60 mm yang semula hanya seharga Rp28.000 kini menjadi Rp32.000 per batang, hingga besi hollow berdimensi 50 x 50 x2.00 mm dengan harga Rp200.000 kini menjadi Rp22.700. Demikian juga besi dengan berbagai dimensi lainnya.

Kenaikan besi hollow atau disebut besi holo tersebut, diakui Harman berpengaruh besar dalam pembuatan pagar besi yang kerap diminta oleh masyarakat seiring banyaknya warga yang membuat rumah baru akibat proyek Jalan Tol Trans Sumatera.

Kenaikan tersebut diakuinya sudah terjadi di level distributor, sehingga sebagai pemilik usaha kecil bengkel las yang melayani pembuatan dan pemasangan pagar dan sejenisnya ia harus melakukan kalkulasi ulang, agar tidak mengalami kerugian.

“Kenaikan harga besi memang sudah terjadi selama sebulan terakhir dan kondisi ini harus kami sampaikan kepada konsumen yang melakukan pemesanan pagar dan sejenisnya, agar tidak kecewa sehingga saat proses pemasangan pelanggan bisa ikut menghitung sesuai volume yang diinginkan,” terang Harman, Selasa (23/1/2018).

Harga yang naik tersebut diakuinya hampir merata dari berbagai merk besi hollow termasuk lokasi distributor besi tersebut yang sebagian didatangkan dari wilayah Banten dan Bandarlampung. Harga yang naik diakui Harman berpengaruh pada kenaikan harga bermacam kebutuhan warga berupa pagar, kanopi, gerbang dengan kenaikan Rp5.000 hingga Rp10.000 per meternya.

Meski mengalami kenaikan, Harman menyebut permintaan akan jasa pembuatan pagar berbahan besi hollow tidak pernah sepi, terutama untuk kebutuhan pribadi, pemerintahan desa maupun instansi yang membutuhkan pagar besi sebagai pendukung keamanan sekaligus keindahan.

Tren penggunaan besi hollow bahkan disebutnya membuat bengkel miliknya setiap bulan bisa memenuhi permintaan pembuatan pagar dan jenis keperluan lain rata-rata 100 meter persegi.

“Meski menaikkan harga per meter untuk besi hollow, namun untuk jasa pemasangan kami menyesuaikan jarak atau lokasi pelanggan dengan bengkel,” terang Harman.

Pembuatan pagar, teralis, gerbang, kanopi dengan sistem pengelasan listrik disebutnya menjadi pilihan pemilik rumah, karena bangunan menjadi terlihat modern, minimalis dan memiliki nilai estetika yang lebih indah dibandingkan tanpa pagar besi hollow.

Untungnya, ia mengakui besi yang terbuat dari bahan galvanis dengan campuran zinc dan alumunium dengan rangka anti karat banyak diminati masyarakat.

Belum banyaknya bengkel sejenis yang menawarkan jasa pembuatan pagar besi dan sejenisnya, kata Harman, tidak serta-merta membuatnya melakukan penentuan harga yang semena-mena. Bahkan, dirinya menyebut kerap mendiskusikan kebutuhan pagar dengan volume yang diperlukan, agar tidak terjadi pembengkakkan harga.

Suyitno (30), salah satu pekerja menyebutkan, kenaikan harga besi hollow bahan pembuatan pagar, kanopi dan sejenisnya tersebut memang tidak memiliki dampak langsung dalam produksi atau pembuatan berbagai keperluan bangunan. Dampak pembangunan perumahan pascajalan tol trans Sumatera bahkan memberi imbas positif dengan kenaikan permintaan akan pagar besi hollow yang kerap dipergunakan untuk menggantikan kayu tersebut.

Dalam sepekan, dibantu dua rekannya ia bisa mengerjakan beberapa pagar, kanopi serta kelengkapan bangunan lain memanfaatkan besi hollow yang dipandang lebih awet dibandingkan kayu dengan perawatan yang rutin. Proses perawatan tersebut di antaranya pengecatan pada besi hollow agar tidak mudah terkena korosi akibat kondisi cuaca panas, hujan dan angin sehingga harus dilakukan proses pengecatan.

“Kepada pelanggan selalu kami sampaikan cara pemeliharaan bahan bangunan menggunakan besi hollow, agar lebih awet salah satunya dengan rutin memeriksa bagian yang harus segera dicat atau diberi anti karat,” terang Suyitno.

Bahan bangunan berupa besi untuk pembuatan pagar dengan volume 100 senti persegi disebutnya dibandrol dengan jasa pembuatan sebesar Rp300.000, dan kini dengan naiknya harga besi bisa mencapai Rp320.000 dan biaya jasa pemasangan berkisar Rp25.000 untuk jarak dekat dan Rp30.000 untuk jarak jauh dari lokasi bengkel pengelasan.

Lihat juga...