Lima Warga NTB Negatif Difteri

MATARAM – Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Surabaya, Jawa Timur, lima warga asal Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebelumnya dilaporkan terinfeksi penyakit menular difteri, dinyatakan negatif.

“Hasil tes laboratorium, lima orang warga dari Bima sudah dikirim dan dinyatakan negatif oleh laboratorium Surabaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan NTB, Marjito di Mataram, Rabu (3/1/2018).

Karena itulah kami konsultasi ke pusat apakah tetap dilakukan Response Imunization Difteri (ORI Difteri) atau imunisasi difteri, atau ditangguhkan dulu. Karena ORI butuh biaya besar.

Pemeriksaan terhadap hasil tes kelima pasien tersebut dilaksanakan di Surabaya sebagai rujukan. Sebab telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium memadai, baik dari sisi sarana, fasilitas, dan SDM.

“Sedangkan tiga warga lain berasal dari Pulau Lombok yakni Ibnu Khalil (11) dari Lombok Tengah, Humaira Airlangga (5) dari Lombok Barat, dan Mulyani (28) dari Lombok Utara, ketiganya masih berada di ruang isolasi untuk mendapatkan perawatan intensif di RSUD NTB,” katanya.

Marjito menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di RSUD NTB, ketiga warga Lombok tersebut dinyatakan negatif. Kendati begitu, Dinas Kesehatan NTB masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium Surabaya, yang ditunjuk Kementerian Kesehatan.

“Tiga pasien RSUD ini memang sampelnya sudah dikirim ke Surabaya, tapi masih menunggu hasil pemeriksaan, mungkin lima sampai tujuh hari. Tapi kalau hasil laboratorium sementara di RSUD NTB hasilnya negatif,” lanjut Marjito.

Marjito menjelaskan, perkembangan terkini ketiga pasien yang dirawat di RSUD NTB dalam kondisi yang baik dengan pemantauan intens oleh tim dokter.

“Kami optimistis, NTB masih masuk kategori aman difteri jika melihat hasil pemeriksaan laboratorium tersebut,” ujarnya.

Lihat juga...