Konsumsi Madu Lokal Berarti Dukung Pelestarian Hutan

JAKARTA – Banyak orang tahu mengkonsumsi madu menyehatkan. Tetapi jarang orang paham jika mengkonsumsi madu lokal secara langsung bisa mendukung pelestarian hutan.  

Demikian kalimat kampanye Rumah Madu atau Rumadu sebuah produksi Koperasi Produksi Madu Hutan Flores kabupaten Flores Timur bersama PT. Novelvar dan Wahana Visi Indonesia. “Kita memproduksi Rumadu, produk madu hutan dari Flores, NTT (Nusa Tenggara Timur), “ kata Pengelola Rumadu Hanna Keraf, kepada Cendana News, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018).

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Jakarta, 14 Desember 1988 tersebut menerangkan, awal niatnya memproduksi madu diawali dari persoalan issue lingkungan hidup. Terutama mengenai program upaya menjaga bumi.

“Dalam hutan yang sehat itu pasti akan tumbuh sarang lebah, karena lebah hutan itu hanya mau membangun sarang di pohon yang usianya dua puluh sampai tiga puluh tahun yang sudah lestari, “ terang jebolan Bisnis International, Universitas Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang tersebut.

Menurut Hanna, di sekitar pohon sarang tersebut harus dipastikan ada makanan-makanan lebah. Hal tersebut membuktikan bahwa ketika ingin mendapatkan madu hutan, maka kesehatan hutan harus dijaga. “Makanya kita selalu bilang, mendingkan konsumsi madu lokal, berarti turut mendukung proses kelestarian hutan di negeri kita sendiri, “ ungkapnya.

Banyak masyarakat menyangsikan keaslian madu. Hana menyebut, untuk meyakinkan masyarakat bisa dilakukan pengujian dengan sangat mudah. Madu yang asli dikatakannya, tidak akan membeku ketika dimasukan kedalam pendingin atau freeser.

Sementara untuk madu palsu atau campuran, akan membeku ketika dimasukan kedalam mesin pendingin. Hal tersebut dikarenakan adanya air didalam kandungan madu palsu atau campuran.

Dengan kampanye yang dilakukan, Hanna berharap masyarakat Indonesia semakin banyak yang mengkonsumsi madu lokal. Karena hal tersebut secara langsung mendukung pelestarian hutan. “Kita harus ingatkan masyarakat kalau mengkonsumsi madu lokal itu secara langsung bisa mendukung pelestarian hutan, “ tegasnya.

Dalam memproduksi Rumadu, Hanna bersama tiga team kecilnya saat ini mempekerjakan sekitar 27 petani. Mereka ada yang bertugas sebagai pemanjat petani, pemandu pemanjat, pembantu pemanjat. Tim tersebut bekerja di tiga kabupaten di Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Mendatam.

Lihat juga...