Kerajinan Miniatur Berbahan Kayu Jati Bali Diminati Wisatawan China

BADUNG — Kerajinan kayu bekas berbahan kayu jati di Bali diminati oleh wisatawan asal Tiongkok. Kayu bekas tersebut disulap berbagai macam kerajinan seperti miniatur helikopter, pesawat tempur, sepeda motor serta mobil-mobilan.

Koyum salah seorang penjualan kerajinan miniatur kayu bekas mengaku, dalam sehari ia mampu menjual kerajinan berbahan utama kayu jati tersebut minimal 30 buah. Menurutnya kerajinan seperti ini paling diminati oleh wisatawan asal negeri tirai bambu karena di negaranya tidak ada mainan seperti ini.

“Mereka suka kerajinan ini karena mungkin di sana (Tiongkok) tidak ada miniatur mainan yang terbuat dari kayu seperti ini,” ucap Koyum kepada Cendana News saat ditemui di kawasan Kuta Selasa sore (23/1/2018).

Koyum yang sehari-hari menjual barang dagangannya di emperan restoran masakan China ini menceritakan, untuk kerajinan ini ia tidak membuatnya sendiri. Dia juga memasok barang tersebut dari Yogjakarta Jawa Tengah dan ia hanya mengambil untung.

Harga jual mainan ini relatif cukup murah, yaitu berkisar antara 10 Yuan atau setara Rp20 ribu sampai sampai dengan 15 Yuan atau setara dengan Rp15 ribu. Tergantung dari jenis miniaturnya.

“Harganya masih tergolong murah,” ucap pria asli Banyuwangi ini.

Karena pangsa pasarnya merupakan turis asal Tiongkok, ia mengaku harus bisa memiliki keahlian bahasa China untuk menawarkan barang dagangannya. Ia mengaku bahasa ini secara otodidak alias tanpa ikut kursus bahasa asing.

Ia juga menceritakan bahwa paling ramai penjualan disaat musim libur bagi warga China datang, seperti menjelang Imlek seperti saat ini yang jumlah kunjungan wisatawan asal China terus bertambah.

“Namun kemarin waktu erupsi gunung saya juga terdampak. Akibat tidak adanya tamu yang datang. Saya memilih pulang kampung ke Banyuwangi selama selama kurun waktu sekitar enam minggu,” ujarnya.

Koyum yang sudah merantau ke Bali sejak 39 tahun silam ini berharap, liburan Imlek kali ini ia bisa mendapatkan berkahnya. Selain wisatawan asal China/Tiongkok. Kerajinan ini juga diminati oleh wisatawan dari negara lain seperti Australia dan Amerika serta Eropa.

Lihat juga...